Jumat, 11 Agustus 2017

Materi Pengantar Study Al-Qur'an Sessi Perkenalan. *"Tak kenal Maka Tak Sayang"*

بِـســْمِ اللّٰــهِ الـرَّحْـمٰـنِ الـرَّحِيْــمِ

🔵Edisi Awal Ta'aruf Para Akhwat dengan Kajian Kita 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

☪💥Materi Pengantar Study Al-Qur'an Sessi Perkenalan.
*"Tak kenal Maka Tak Sayang"*

*M U K A D D I M A H*

*Adik2 Para Akhwat sahabat Fillah*🙏🏻
🎁"JANNAH" adalah istilah yang Allah gunakan utk menggambarkan kemakmuran hidup melimpah sejahtera yg didalamnya penuh dg fasilitas pemuas kehidupan, sebagai karunia dari Allah yg tidak putus2nya, ibarat taman yg dialiri mata air yg tdk pernah kering, sehingga menghasilkan panen melimpah ruah. "Gemah ripah Loh jinawi Toto tentrem Kerto raharjo".

✍�🇮🇩"JANNAH" didalam kehidupan ini dibangun oleh para Rasul/Nabi dan para pendukungnya yaitu org2. Yg beriman sebagai pelaksanaan perintah Allah swt.

"JANNAH" sebagai tujuan hidup hasanah adalah imbalan hidup berganda untuk para Nabi/Rasul dan orang2 yg beriman.

✍�🇮🇩"JANNAH" ada 2, yaitu di Dunia dan di Akhirat. Jannah diakhirat adalah otomatisasi dari Jannah di dunia.

Bedakan antara "JANNAH" dg "SORGA (Swargaloka), NIRWANA & KAHYANGAN".

✍�🇮🇩Jannah pernah berwujud pada masa tampilnya para Rasul/Nabi dan org2 beriman yg mendukungnya.

💥Sorga, Nirwana & Kahyangan hanya ada didalam angan2 tak pernah berwujud dalam kehidupan.

✍�🇮🇩Sabda Nabi saw : "Didunia ini ada "JANNAH". Siapa yg tdk memasukinya didunia ini niscaya dia tdk bakal memasuki Jannah di akhirat kelak".

✍�🇮🇩Sejalan dg hadits lain yg berbunyi :

"Kehidupan di dunia adalah cermin pemantul kehidupan akhirat".

Refr.: S.Albaqarah 25, 35-36, S.Arrahman 46, S.Al-Waqi'ah, S.Al-Ahzab 56, dll.

✍�🌾Istilah "NAAR" didalam Al-qur'an digunakan Allah untuk menggambarkan kehidupan saling baku hantam, saling jegal, saling sikut, saling todong, peras memeras, saling tipu saling licik, saling memiskinkan didalam mencapai tujuan hidup didunia ini.

"NAAR" merupakan konsekwensi hidup bagi org2 yg tdk mau beriman dan di akhirat kelak Allah akan menimpakan azab/siksa yg sangat pedih. Refr. : S.Albaqarah 36, S.Al-A'raf 24, S.Thaha 32, S.Al-Ahzab 26, S.Baraah 85-87, S.Alqalam 19, S.Annahl 71, S.Al-Ankabut 12, dll.

✍�🇮🇩Bagai mana mencapai "HIDUP JANNAH" di dunia?.

Syarat utamanya adalah harus *BERIMAN*. Akan tetapi Surat Asysyura 52 menegaskan bahwa : "...Tdk ada Iman tanpa memahami/menguasai isi kitab (Al-qur'an)...".

☝�Jadi secara mutlak setiap orang yg mau beriman haruslah memahami isi Al-qur'an...!!

*Seseorang yg mengaku beriman tapi dia tidak memahami/menguasai Al-qur'an berarti dia telah melakukan kebohongan.*

Refr.: S.Asysyura 52, S.Albaqarah 8-16, dll.

Sampai disini ternyata utk mencapai "Hidup Jannah" di dunia dan akhirat ditentukan oleh IMAN, sedangkan utk mendapatkan Iman itu seseorang harus memahami / menguasai Al-qur'an.

Jadi persoalan Iman dan bagaimana cara memahami/menguasai Al-qur'an merupakan satu kesatuan yg penjelasannya tdk bisa dipisahkan.

💐TENTANG AL-QUR'AN💐

✍�🌾 *Al-qur'an adalah ILMU* S.Arrahman 1-13 menjelaskan bahwa Al-qur'an adalah ILMU, yakni "Rangkaian keterangan teratur yg tergantung kepada Allah".

✍�🌾Al-qur'an adalah RANCANGAN / KONSEPSI KEHIDUPAN. S.Al-Qadar menjelaskan bahwa Al-qur'an adalah Rancangan Kehidupan / Konsepsi Kehidupan yg nilainya lebih hebat dibanding 1000 bulan hatta karya sarjana paling mahir sekalipun didalam kehidupan didunia ini.

💥 *Bayangkan..!!* 💥

Ada berapa Universitas didunia ini..??, berapa banyak sarjana yang dihasilkan setiap tahunnya dari berbagai strata dan disiplin keilmuan..?, berapa jumlah sarjana didunia ini secara keseluruhan selama 1000 bulan (83 Thn / 1 Abad)..??, berapa banyak karya tulis dan disertasi yg mereka hasilksn selama 1000 bulan itu..??

✍�🇮🇩Menurut penegasan Allah dalam S.Albaqarah 23-24 "..pasti mereka tidak akan mampu menandingi kehebatan Al-qur'an sebagai satu konsepsi yg bisa menghantarkan manusia kearah kehidupan "Jannah" (Hasanah di Dunia dan di Akhirat kelak)..!!" ALLAHU. AKBAR...!!".

* Al-qur'an adalah DOKTRIN / PETUNJUK /PEDOMAN HIDUP. S.Albaqarah ayat 2 menjelaskan bahwa Al-qur'an, isinya tdk diragukan lagi sebagai doktrin /petunjuk / pedoman hidup bagi orang yg hidup patuh dg ajaran Allah (Al-qur'an).

✍�🇮🇩Nabi Muhammad saw mengingat kan ummatnya dalam satu hadits : "Sungguh telah aku tinggalkan dalam kehidupan kalian 2 hal, yg apabila kalian memegang teguh keduanya niscaya kalian tdk akan sesat selamanya, yaitu Kitabullah (Al-qur'an) dan Sunnah Rasul-NYA". Refr.: S.Annisa 59, dll.

Hadits diatas menegaskan kepada siapa saja yang mengaku sebagai ummat Nabi Muhammad, apakah dia masyarakat awam atau Ustadz, Kyai atau ulama, para tokoh atau pemimpin ummat hendaklah senantiasa selalu berpegang dg Alquran dan Sunnah Rasul agar tidak sesat bahkan agar tdk menyesatkan orang lain. Konsekwensinya maka *setiap yg mengaku sebagai ummat Nabi Muhammad saw wajib/harus bisa memahami / menguasai Al-qur'an*.....!!!, sehingga wajib pula mempelajari Alquran...!!

✍�🇮🇩Adapun Istilah "SUNNAH RASUL" adalah sbb : SUNNAH artinya ; Tradisi, Kebiasaan, Ahlak, Perilaku, Gaya hidup, Cara hidup, dll.

✍�🌾RASUL adalah nabi pembawa misi dari Allah utk menyampaikan Ajaran-NYA kepada seluruh manusia dalam hal ini adalah Nabi Muhammad saw yang sekaligus menjadi pola/contoh/teladan bagi kehidupan manusia.

Jadi "SUNNAH RASUL" adalah cara hidup, gaya hidup menurut ajaran Allah yang dicontohkan oleh Rasul. Adapun hadits ialah bagian dari pada Sunnah Rasul.

✍�🌾Dalam S.An-Najm Allah menegaskan bahwa nabi Muhammad tdk berkata atau berbuat apapun, kecuali atas bimbingan Wahyu.

✍�💐KESIMPULAN

*a.*Untuk mendapatkan "JANNAH" syaratnya harus ber-IMAN.

*b.* Untuk mendapatkan IMAN, mutlak harus memahami/mengusai Al-qur'an.
*c.* Untuk memahami / menguasai Al-qur'an maka setiap orang yg mau beriman mau tidak mau harus *mempelajari BAHASA & MAKNA Al-qur'an.*

*Agar tidak tersesat dalam mempelajari Al-qur'an kita harus berpegang kepada hadits Nabi tersebut diatas, yakni harus mengikuti ketentuan Al-qur'an & Sunnah Rasul.

Bagaimana cara mempelajari Bahasa dan Makna Al-qur'an?. akan kita bahas pada pembicaraan selanjutnya *Materi inti, Tata Bahasa Al-qur'an.......!!*

✍�🌾Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa betapa pentingnya mempelajari Al-qur'an yang isinya merupakan rancangan hidup atau konsepsi hidup, atau petunjuk/pedoman hidup, bahkan Al-qur'an juga adalah Ilmu untuk digunakan dalam kehidupan manusia pada umumnya, khususnya buat orang2 yg mau beriman. Apalagi Allah sdh menandaskan didalam Al-qur'an S.Asysyura 52 bhw "...tdk memahami / menguasai isi kitab (Alquran) niscaya anda tdk beriman...". Sehingga mempelajari Al-qur'an mutlak menjadi kewajiban bagi siapapun yang mau beriman..!!.

Pertanyaan : Apakah Para Akhwat sudah beriman..?, apa arti Iman menurut Antum..? *Tidak perlu dijawab..!!,* nanti akan terjawab dg sendirinya jika sahabat Fillah terus mengikuti pemaparan ini..!"

Sejalan dgn perintah Allah dlm S. Al'Alaq ayat 1-5 yaitu : "Bacalah..!! dst. ". Begitu kita buka Al-qur'an maka kita terbentur pada 2 masalah :
✅1. *Persoalan bahasa* dan
✅2. *Persoalan makna Alquran.*

Selanjutnya pembahasan akan kita mulai dari Arti Kata Iman....‼

*"Jazza-Kumullah Khairran Katsiiraa"*
🙏🏻🌾🇮🇩💌🇮🇩💐🙏🏻

Admin perwira

Pandangan tentang Quran

Apa yg Telah Adik2 Gambarkan memang ada benarnya juga.

Namun Saya Coba Berikan Pandangan Tentang Qur'an, yg semestinya kita perlakukan dalam kehidupan kita sehari2....!!

Sebagai Pedoman, Petunjuk, peta, atau arah tujuan hidup....
ذٰ لِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ  فِيْهِ  ۛ   هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
Maka Tentu kita akan mampu melihatnya sebagai petunjuk, adalah ketika kita memahami Apa yg menjadi isi kandungan Yg ada didalam Qur'an sehingga kita tidak menjadi Orang yg tersesat...!!

Bolehlah Kita mengatakan Qur'an Sebagai Teman, Qur'an segalanya, sebagai Tinta, Menenangkan hati dan fikiran....!!
Dibalik itu semua kita pun harus mengetahui *Bagaimana Qur'an menjawab, tentang fungsi Qur'an itu sendiri* terhadap kehidupan manusia....??

Selanjutnya Nabi memberi patokan tegas agar “Ummat-nya tidak tersesat”, demikian �:
قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ إِنْ تَمَسَّكتُمْ بِهَمَا لَنْ تَضِلُّ أَبَدًا كَتَابَ اللّٰهِ وَ سُنَّةَ الرَّسُوْلِهِ
Artinya :
“Sungguh telah aku tinggalkan untukmu dua perkara yang tidak sekali-kali kamu sekalian akan tersesat, selama kamu berpegang teguh kepada-nya, yaitu Kitab Allah menurut Sunnah Rasul-Nya”. ( Hadist
Riwayat Ibnu Malik ).

Oleh karena Qur'an sebagai ilmu itu hidup, menghidupi dan hanya utk manusia yg hidup,
Maka *Qur'an ini harus memiliki kemampuan memperbaiki kehidupan manusia* semasa hidupnya,
Adapun akhirat akan menjadi otomatisasi dari apa yg kita lakukan di dunia....!!
"Ad Dunya Majra'atul akhirah"

Kita akan simak Dan kaji bersama2 bagaimana *Qur'an ini mempunyai nilai yg lebih hebat dari pada karangan 1000 sarjana* terhebat dunia.....!!
Meskipun sangat disayangkan mengapa Masal Manusia terutama muslim INDONESIA lebih banyak lebih suka membaca mengkaji Buku2 lain selain Qur'an....!!
*Semua itu akan terjawab pada materi2 yg akan disampaikan.*
🙏🏻🙏🏻🤝🇮🇩🤝🙏🏻🙏🏻

Admin perwira

Rabu, 09 Agustus 2017

💎 *_SUNNAH YANG DITINGGALKAN SETELAH MEMBACA AL QUR'AN_* 💎

🔰 *_Sunnah yang terlupakan oleh kebanyakan manusia, setelah selesai membaca al qur'an._*

🔰 *_Disunnahkan setelah selesai membaca al qur'an, untuk membaca berdo'a [Kafaratul Majlis]:_*

*سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.*

🔰 *_Dalil atas yang demikian, adalah hadits dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:_*

*مَا جَلَسَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَجْلِسًا قَطُّ*،
*وَلاَ تَلاَ قُرْآناً،*
*وَلاَ صَلَّى صَلاَةً إِلاَّ خَتَمَ ذَلِكَ بِكَلِمَاتٍ، قَالَت ْ:*

*فَقُلْتُ:*
*يَا رَسُولَ اللهِ*،
*أَرَاكَ مَا تَجْلِسُ مَجْلِساً،*
*وَلاَ تَتْلُو قُرْآنًا*،
*وَلاَ تُصَلِّي صَلاَة*ً
*إِلاَّ خَتَمْتَ بِهَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ ؟ قَالَ نَعَمْ*
*مَنْ قَالَ خَيْراً خُتِمَ لَهُ طَابَعٌ عَلَى ذَلِكَ الْخَيْر*ِ،
*وَمَنْ قَالَ شَرّاً كُنَّ لَهُ كَفَّارَةً*
*سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ).*

🕋 *_"Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk dalam sebuah masjid, tidak pula beliau membaca al qur'an dan tidak pula melaksanakan sebuah shalat, kecuali beliau menutup dengan beberapa kalimat (do'a)._*

🔰 *_Maka Aisyah berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, sesungguhnya tidaklah aku melihat anda duduk di sebuah majlis, tidak pula anda membaca al qu'an, tidak pula anda melaksanakan suatu shalat, kecuali anda menutupnya dengan kalimat-kalimat tersebut?_*

🔰 *_Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:_*
*_Betul, dikarenakan barangsiapa yang berkata sesuatu kebaikan, kemudian ditutup dengan do'a tersebut, maka akan dicatat baginya kebaikan._*
*_Dan barangsiapa yang berkata kejelekan maka do'a tersebut sebagai kafarat (penebus)._*

*سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.*

🔰 *_"Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu._*
*_Aku bersaksi bahwa tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Engkau dan aku meminta ampun dan bertaubat kepada-Mu."_*

🔰 *_Adapun pada masa ini, kebanyakan manusia -kecuali orang yang Allah rahmati- mereka meninggalkan sunnah ini._*

🔰 *_Mereka berdo'a setelah selesai dari membaca al qur'an:_*
*صدق الله العظيم*

*_"Maha Benar Allah yang Maha Agung."_*

🔰 *_Atau dengan mencium mushaf al qur'an._*

🔰 *_Maka seyogiyanya bagi kita, untuk menyebarkan sunnah ini..._*

🔰 *_Dan sungguh al Imam An Nasai' rahimahullah telah membuat bab, tentang hadits ini dengan ucapan beliau: "Apa yang dibaca tatkala selesai membaca Al Qur'an"_*

🔰 *_Sanadnya shahih, dikeluarkan oleh al Imam an Nasai' dalam📚 "as Sunnan al Kubro"_*
🔰 *_Berkata al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam📚 "an Nukat" (2/733), sanadnya shahih._*

🔰 *_Berkata  Syaikh al Albaniy rahimahullah, dalam📚 "ash Shahihah" (7/495): "Ini sanad yang shahih, juga dengan syarat Imam Muslim._*

🔰 *_Berkata Asy Syaikh Muqbil al Wadi'i dalam kitab 📚"al Jami'ush Shahih mimma Laisa fi Shahihain" (2/128): "Ini hadits yang Shahih."_*

*_Wallahu a'lam bish Shawwab_*

KUNCI-KUNCI AGAR MENDAPAT PENJAGAAN DARI ALLAH

🔑
Perjalanan hidup manusia dipenuhi dengan goncangan, rintangan dan godaan. Tentu kita tidak akan mampu melewati semua itu tanpa penjagaan dari Allah Subhanahu wata'ala.

Lalu pertanyaannya, bagaimana memperoleh penjagaan dari-Nya?

Ada tiga kata kunci untuk mendapatkan penjagaan dari Allah. Yaitu dengan memperkuat keimanan, memperbanyak kebaikan dan meningkatkan ketakwaan. Dengan tiga hal ini maka Allah akan memberi kita rahmat, penjagaan, penguatan dan menutup aib-aib kita.

Siapa saja yang diberi penjagaan oleh Allah?

1. Orang-orang yang beriman

Allah berfirman tentang penjagaan-Nya untuk kaum mukminin,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ

“Yang demikian itu karena Allah pelindung bagi orang-orang yang beriman; sedang orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka.”
(QS.Muhammad:11)

2. Orang-orang sholeh

Allah berfirman tentang penjagaan-Nya untuk orang-orang sholeh,

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

“Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an). Dia melindungi orang-orang shalih.”
(QS.Al-A’raf:196)

3. Orang-orang yang beramal kebaikan

Allah berfirman tentang penjagaan-Nya untuk orang-orang yang beramal,

لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan.”
(QS.Al-An’am:127)

4. Orang-orang bertakwa

Allah berfirman tentang penjagaan Allah untuk orang-orang yang bertakwa,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا – وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(QS.Ath-Thalaq:2-3)

Orang-orang yang bertakwa selalu mendapatkan taufik dan bimbingan dari Allah. Sehingga ketika mendapat gangguan atau bisikan dari setan mereka selalu ingat kepada-Nya.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).”
(QS.Al-A’raf:201)

Dan sebagai penutup kita akan kutip pelajaran dari kisah Nabi Yusuf as. Ketika Allah telah menyelamatkannya dari bermacam cobaan hidup dan rencana busuk saudara-saudaranya, Allah Subhanahu wata'ala menceritakan,

قَالُوا أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي ۖ قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا ۖ إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Mereka berkata, “Apakah engkau benar-benar Yusuf?” Dia (Yusuf) menjawab, “Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.”
(QS Yusuf:90)

Jika kita memperhatikan ayat ini, Nabi Yusuf 'Alaihissalam telah mendapatkan pertolongan Allah yang begitu dahsyat ditengah kondisi yang begitu sulit dengan dua kunci, yaitu ketakwaan dan kesabaran.

Source; khazanahalquran. Com
Semoga bermanfaat….

IQRO

OSM (ODOJ Spirit Message)

*IQRO*

Pedang yang tajam bisa tumpul, bila tak pernah diasah
Sedangkan......
Kertas yang tipis mampu menggores luka bagai silet
 
Sama halnya dengan Tilawah
Bila tak pernah lagi diulang
Mata tak sigap mengenal hijaiyah,
Lidah menjadi kaku lagi kelu
membuat bibir terbata mengeja dengan susah payah
 
IQRO, dengan nama Tuhanmu yang menjadikan,
Menjadikan manusia dari segumpal darah
IQRO, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah
Yang mengajar dengan Qalam
 
Firman pertama yang turun adalah “IQRO”
Itu karena *I*nsan manusia memang tempatnya lupa dan berkeluh kesah
Karenanya *Q*olbu musti dikuatkan untuk terus mengingat pada sang *R*ahman
Agar seluruh *O*rgan tubuhnya khyusuk bersujud dan Jiwanya selamat hingga Jannah

Sekali lagi,
Alloh telah menurunkan Al Furqon dari langit, menjadi berita, peringatan juga petunjuk bagi kita semua.
 
IQRO
Semoga dengan Tilawah, kita akan terjaga,
sebagaimana air yang mampu membersihkan debu dan kerak,
Dan semoga dengan mengistiqomahkan membaca Kalam-NYA,
 “Shirat” kita akan selalu diterangi cahaya hingga Yaumil Akhir.
 Aamiin Ya Mujibasailin

Salam FULL Semangat ...!!!

Wedhya Wardani - DTMA
Cp. 082110152870

OSM-2/VIII/DTMA/2017 - 06 Agustus 2017

Minggu, 06 Agustus 2017

Pada Rezekimu, Ada Rezeki Orangtuamu


Ummu Hamid pulang dengan gelisah. Ia baru ingat. Hari itu tanggal 18, hari terakhir jatuh tempo pembayaran cicilan rumahnya. Ia tau pasti, dana yang terkumpul dari pendapatannya dan suami sangat terbatas.

Meskipun “hanya” kurang dua ratus ribu rupiah, tetap saja Ummu Hamid pening dibuatnya. Sebab dana yang lain tidak bisa diganggu lagi dengan keperluan berbeda.

Sambil menunggu kepulangan suami, Ummu Hamid menelpon ibunya. Sudah menjadi kebiasaannya rutin menghubungi orangtua sejak ia masih kuliah dahulu.

Mendadak ia terkejut. Kiriman dana bulanan untuk orangtuanya ternyata belum ditunaikan juga.

Selama ini, Ummu Hamid ikut menanggung pemakaian listrik, air dan berbagai keperluan orangtuanya. Ia merasa ada sejumlah pengeluaran tak terduga yang melampaui keuangan keluarganya.

Sempat terbetik untuk acuh. Toh ia masih memiliki saudara lain yang bisa memenuhi kebutuhan orangtua mereka. Anehnya, justru muncul rasa sombong. Merasa diri paling berjasa pada keluarga khususnya kepada ibunya selama ini.

Syukur, secepat itupula ia beristighfar. Usai menelepon, Ummu Hamid segera mentransfer sejumlah dana kepada ibunya. Kali ini ia bahkan sengaja melebihkan dari biasanya. Selepas transaksi, kembali Ummu hamid mengecek saldo rekeningnya. Dana yang sedianya untuk membayar cicilan rumah kini tampak makin berkurang. Lagi-lagi otaknya berpikir keras. Ke mana ia mencari tambahan dana untuk cicilan tersebut.

Ummu Hamid tak ingin menyesal karena telah meringankan kebutuhan ibunya. Sebaliknya ia juga tidak bisa menunda pembayaran cicilan karena terancam denda cukup besar. Saat ini Ummu Hamid hanya bisa menyicil rumah, sebuah keinginan yang sudah lama terpendam. Memiliki rumah sendiri bersama keluarganya.

Masih dengan perasaan gulana, Ummu Hamid segera mengambil air wudhu. Ia merasa tak punya pelarian lagi kecuali shalat dua rakaat, bersimpuh di hadapan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt). Baru selesai salam, tiba-tiba suaminya datang mengetuk pintu rumah. Ada lara yang membuncah, ingin segera ia mengadu kepada suaminya. Tapi Ummu Hamid berusaha menahan sekuat tenaga. Ia tidak mau menambah letih suaminya yang baru pulang dari pekerjaannya di kantor.

“Dinda, alhamdulillah ada rezeki tidak disangka di kantor tadi,” ujar suaminya membuka percakapan sambil tersenyum.

“Pak Rahman datang melunasi pinjamannya yang tiga tahun lalu itu. Entahlah, tiba-tiba saja ia datang ke kantor tadi,” imbuh suaminya sambil menyerahkan sebuah amplop tebal.

“Allahu Akbar…!”

Ummu Hamid tanpa sadar berpekik takbir. Ia sendiri sudah lupa perihal uang piutang itu. Waktu itu mereka hanya berniat menolong Pak Rahman, karib suaminya itu.

Dengan gemetar Ummu Hamid segera membuka amplop itu. Lembar demi lembar terlihat dari dalam amplop. Lembaran itu bahkan masih lengkap dengan ikatan penanda dari bank.

Subhanallah, lagi-lagi ia hampir berteriak. Uang tersebut ternyata persis 200 kali lipat dari jumlah yang baru saja ia transfer kepada ibunya tadi. Masih dalam sujud syukurnya, sebuah pesan singkat masuk atas nama ibunya.

“Nak, terima kasih ya. Kata adikmu ada uang masuk ke rekening ibu. Semoga rezekimu berkah dan berlimpah. Maafkan ibu yang selalu merepotkanmu.”

Ridho Allah, Ridho Orangtua

Dalam Islam, ridho Allah Subhanahu Wata’ala berhubungan dengan ridho kepada kedua orangtua. Karena itu hadits mengatakan, Ridho Allah bersama dengan ridho orangtua, kemurkaan Allah karena murkanya orangtua.

عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Nabi Shallallaahu alaihi wasallam (Saw) bersabda: “Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orangtua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orangtua.” (Riwayat at-Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim).

Keridhaan orangtua dimulaikan dari buah ketulusan. Berapapun harta yang diberikan anak kepada orangtua, namun tak disertai ketulusan, tentunya tidak mendapat jaminan ridha dari orangtua.

Sebab ridha orangtua bukanlah persoalan berapa nominal harta atau materi lainnya. Perhatian tulus, keinginan untuk menyenangkan, membantu, memuliakannya, selalu mendoakan dan membahagiakan kedua orangtua itulah yang melahirkan keridhoannya.

Sayangnya tak banyak yang menyadari hal tersebut. Bahwa harta, kesenangan, dan kebahagiaan yang direguknya kini hanyalah cipratan berkah dari sujud panjang dan munajat ikhlas dari orangtua kepada anak-anaknya. Anak itu terkadang lupa, menyangka apa yang ia miliki kini adalah hasil jerih payahnya sendiri

Selasa, 01 Agustus 2017

INSPIRASI TIPS BISNIS dari surat Al-Mudatsir

Ini bukan tafsir, tapi inspirasi untuk para pebisnis muslim. Terutama bagi mereka yang menggeluti di bidang Marketing. Silakan simak.

يا ايها المدثر
(Wahai orang yang berselimut)
Barangkali Anda sedang terpuruk, takut untuk maju, pikiran terselimuti, takut gagal, bahkan mental block. Kita lagi disapa ALLAH.

قم فأنذر
(Bangun dan sampaikan peringatan)

1. Bangun (قم)
Bangkitlah, tinggalkan selimut, buka pikiran, bongkar mental block Anda.

2. Berikan Presentasi (فأنذر)
Berikan Presentasi, sampaikan promosi, berikan edukasi market tentang produk Anda.

Orang yang bangkit berdiri dan berani menyampaikan peringatan, tentu krn mereka YAKIN dan TAHU apa yang akan disampaikan.

Anda perlu kuasai Product Knowledge, Manfaat dari produk Anda, dan testimoni jujur dari klien yang sudah merasakan khasiatnya.

و ربك فكبر
(Dan Tuhanmu, agungkanlah)

3. BESARKAN peran Tuhanmu
Sebutlah bahwa kesembuhan itu dari Tuhanmu, produk hanya salah satu wasilah ikhtiar. Karena Islam mewajibkan kita berikhtiar. Sampaikan juga bahwa SUKSES dalam bisnis kita karena peran Besar ALLAH semata.

و ثيابك فطهّرْ
(Dan pakaianmu, sucikanlah)

4. Ubah penampilan
Orang akan tertarik dengan Presentasi kita bila penampilan kita pantas. Pantas itu rapi, santun, berkelas, tidak urakan, tidak perlu mahal, yang penting rapi bersih dan terlihat pantas sebagai orang yang baik dan sukses.

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
(dan perbuatan dosa tinggalkanlah)

5. Tinggalkan kebiasaan buruk, perilaku tidak baik, dan sikap negatif

Ayat ini menganjurkan kita untuk hijrah (فاهجر), tinggalkan perilaku, sikap, cara dan bahkan lingkungan yg negatif kepada cara, sikap, perilaku, kebiasaan, dan lingkungan yang positif.
Yang paling penting juga cari tempat yang positif untuk presentasi Anda.

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ
(Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak).

6. Jangan Berharap Komisi BESAR
Tugas kita hanya Presentasi dan promosi sehebat mungkin. Urusan Closing itu sudah wilayah Tuhan. ALLAH yang akan menggerakkan hati, memampukan rezekinya untuk bisa membeli produk kita. Kalau ALLAH berkehendak untuk tidak Closing, sampai kapan pun tidak akan terjadi transaksi. Jadi tetap BESARKAN peran-NYA. Tugas kita presentasi, promosi, melakukan penawaran dengan berbagai ilmu marketing yang kita kuasai.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ
(Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah).

7. Perbesar skala kesabaran kita.
Karena bisnis tidak ada yang instant. Semua kesuksesan ada prosesnya. Kita perlu bersabar menghadapi penolakan, komplain, kritik, penundaan. Bahkan kita pun perlu bersabar belajar berbagai strategi bisnis, online marketing, teknik prospecting, dan sebagainya. Yakinlah bahwa mereka yang sabar didampingi Tuhan. Mereka sedang meniti jalan yang benar menuju sukses dunia dan akhirat.

Demikian inspirasi 7 Tips Bisnis dari surat Al-Mudatsir.
Semoga bermanfaat buat teman-teman semua 👍

Boleh dishare jika bermanfaat.