Kamis, 08 Maret 2018

Antara *_HAQQUL YAKIN_* dan *_KESEMBUHAN PENYAKIT🌹_*

Antara *_HAQQUL YAKIN_* dan *_KESEMBUHAN PENYAKIT🌹_*

Puluhan thn  lalu sy pernah divonis Synusitis Akut yg kalo tak segera dioperasi, akan berpengaruh dan bisa menyebabkan kerusakan pd jaringan otak, atau istilah medisnya bisa memicu pd Kanker Otak...wuih keren...tp cukup menakutkan bo...🤔
Pd wkt itu dunia kedokteran belum secanggih skrg, dan operasi sinus dahulu tak simple ... sy mengalami hal yg ckp membuat takut, yaitu pendarahan hebat kerana pecahnya pembuluh darah dari kepala ke hidung, yang mengakibatkan darah keluar tak terbendung, saya tetap menolak operasi, darah yang keluar dihentikan dgn hanya pemberian tampon...itupun se-waktu2 bisa keluar lagi...
Kuyakin... bahwa Allah Yang Maha Akbar menurunkan penyakit... pasti bersamaan dg obat, dan itu bukan dgn Operasi...!!!
Alhasil s/ saat ini, sinus itu kuatasi dgn air rebusan jahe,
Masih ada bbrp penyakit yg menakutkan kualami, dan yg terakhir hasil periksa Lab. Menunjukkan indikasi ada benda asing yg tumbuh di Rahim, sdh hampir 2mm, hrs segera dioperasi, krn melihat gejala dn perkembangannya yg pesat...lagi2 ku tetap tak mau operasi... banyak jalan menuju Roma...!!!  kuobati dgn ramuan herbal yg begitu banyak diciptakan Allah di sekitar kita...👍

Apa yg kualami ini, mbuatku tergerak belajar Ilmu Tibbun Nabawi, pengobatan Islam yg tanpa efek samping...al, Ruqyah, Diagnosa Qur'ani, Bekam, Al Tawasdhu dll dgn menimba ilmu Para Coach/ Herbalist dn Mentor Terapis,

Ternyata penyakit pd pisik atau tubuh seseorang, tak lebih menakutkan dpd psikis atau rohani yg sakit, kerana bila Pisik yg sakit, masih bs terdeteksi dn penyembuhan  bs tuntas👉...tp kalo rohani seseorang yg  bermasalah, bs berdampak luas, bukan hanya pisik tp Penderita bs Stress... Depresi yg mbuat tak nafsu mkn... Insomnia, semangat jd hilang dll yang *_Sangat memicu kerja organ terutama pd Head Office  JANTUNG...!!!_*  Kalo sdh s/ pd tahapan ini, penderita so pasti, krn *_TAKUT MATI,_* kan menyerahkan sepenuhnya pd medis, yang bs operasi katerisasi, by pass dll,

Tahapan inilah Haqqul Yakin, seharusnya mulai memainkan peran, bahwa Allah takkan menurunkan penyakit pada seseorang tanpa suatu hikmah, juga Keyakinan bhw kesembuhan bisa dicapai tanpa operasi, dg melakukan Teraphy atau Diagnosa Qur'ani...dgn cara  Tibbun Nabawi...krn *_Sering kali masalah/penyakit itu timbul dari akumulasi/dosa q di masa lampau...!!!  dan...menyadari kesalahan merupakan tahap awal penyembuhan...!!!_*

*_👉Banyak ber-Istigfar dgn menjalani cara pengobatan Tibbun Nabawi...!!!_*
*_Alhamdulillah membuatku semakin paham  MU'JIZAT AL QUR-AN, bhw semua penyakit bs diobati dgn Diagnosa Qur'ani seperti yang kujalani saat ini...☝_*

*_Bersama Allah,  semua pasti ada jalannya...🌹_*

Medio Jum'at yg basah...
Makassar, 09 Febr. 2018,
Henny si Fakir Ilmu😊

*DULU AKU INI SIAPA dan SEKARANG MAU KEMANA ?*


*DULU AKU INI SIAPA dan SEKARANG MAU KEMANA ?*

Ini ada tulisan bagus , tapi tidak mudah untuk dilakukan tetapi baik untuk di... *RENUNG* ...kan

*Dulu..,*
Aku sangat *KAGUM* pada manusia yang :
» Cerdas..,
» Kaya..,
» Berhasil dalam Karir..,
» Hidup sukses..,
» dan hebat  dunianya...

*Sekarang..,*
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku...
Aku kagum dengan :
» *Manusia yang hebat dimata TUHAN ..,*
» *Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja* ...

*Dulu..,*
Aku memilih *MARAH* ketika merasa *'Harga Diriku'* dijatuhkan oleh orang lain yang *'Berlaku Kasar Kepadaku'* dan menyakitiku dengan *'Kalimat-Kalimat Sindiran...'*

*Sekarang..,*
Aku memilih untuk
*BERSABAR*, Karena aku yakin *'Ada Hikmah Lain'*  yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk  *Bersabar*..'

*Dulu..,*
Aku memilih *MENGEJAR DUNIA* dan *'Menumpuknya'* sebisaku....
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah
*'Makan dan Minum'* untuk hari ini...

*Sekarang..,*
Aku memilih untuk *BERSYUKUR & BERSYUKUR* dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa *'Mengisi Waktuku'* hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat *'Untuk Sesamaku'*...

*Dulu..,*
Aku berpikir bahwa aku bisa *MEMBAHAGIAKAN*
» Orang tua..,
» Saudara..,
» dan teman-temanku
jika aku berhasil dengan duniaku... Ternyata yang membuat mereka bahagia *'Bukan Itu'*.., melainkan :
» Ucapan..,
» Sikap..,
» Tingkah..,
» dan sapaanku kepada mereka...

*Sekarang..,*
Aku memilih untuk *'Membuat Mereka Bahagia'* dengan apa yang ada padaku.., karena aku ingin ke-Manfaat-an ku ditengah-tengah mereka...
*(Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfa'at buat Manusia lainnya)* ...

*Dulu..,*
Fokus pikiranku adalah membuat *RENCANA-RENCANA DAHSYAT* untuk *Duniaku*...
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu *cepat menghadap kepada-NYA*...

*Sekarang..,*
yang menjadi *'Fokus Pikiran'* dan *'Rencana-Rencana'* ku adalah: *Bagaimana agar Hidupku dapat berkenan di mata TUHAN jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-NYA*...

→ *Τak ada yang  dapat menjamin* bahwa : *aku* dapat menikmati *'Teriknya Matahari Esok Pagi'*...

→ *Τak ada yang  bisa memberikan jaminan kepadaku* bahwa : *aku* masih bisa *'Menghirup udara Besok Hari'*...

Jadi apabila *'Hari Ini dan Esok Hari'* aku masih hidup.., itu adalah karena *kehendak TUHAN dan anugerahNYA  semata*.., bukan kehendak siapa-siapa...

*Renungan ini* mengintropeksi saya agar lebih mawas diri bahwa :
*'DULU' aku ini siapa....?* dan *'SEKARANG' aku mau kemana...?*
Semoga ALLAH SWT selalu merahmati keluarga kita dan semua orang yg kita sayangi, Aamiin👍

Rabu, 07 Maret 2018

derajat-hadits-keutamaan-menghafal-alqurn.html

Sebelum Maut Menjemput…
FEBRUARI 28, 2018

Bismillaah..

Hari ini, sepulang kuliah, hati saya berdebar tak karuan, perasaan saya campur aduk, mata saya ingin menangis tapi entahlah, udara yang terlalu dingin dan kerumunan orang ramai di sini melarang air mata saya untuk keluar.

Guru saya, hari ini menyampaikan sebuah hadits, yang sebenarnya sudah sering saya dengar, terngiang ngiang di telinga saya, bahkan sampai ke tahap saya sudah hafal hadits tersebut hanya karena sering mendengarnya, bukan karena saya hafalkan dengan sengaja. Hadits itu adalah perkataan kekasih saya yg tercinta; Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam :

‎يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) al-Qur’an nanti, ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah (bacalah) sebagaimana engkau di dunia mentartilnya (membacanya) ! Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).”

Sumber: https://almanhaj.or.id/4540-derajat-hadits-keutamaan-menghafal-alqurn.html

Tetapi, alasan hati saya terenyuh setelah mendengar hadits ini, adalah cerita yang disampaikan oleh guru saya, terjadi pada dirinya sendiri…

Pada suatu hari, beliau menyampaikan sebuah kajian di sebuah tempat di Kota Madinah, kemudian beliau menyebutkan hadits ini, menjelaskan kepada para jemaah dengan gaya bicaranya yang sangat saya sukai, menyentuh, dari hati ke hati, membara, dan banyak lagi yang tak bisa saya ungkapkan di sini. Saya yakin, saat itu, para jemaah tersentuh hatinya sebagaimana biasanya beliau menyentuh hati saya dan teman teman dengan kalimat2 indahnya, menghidupkan jiwa yang mati di dalam diri kami, menyulutkan semangat belajar ketika datang kemalasan dan rasa kantuk.

Setelah kajian selesai, datang seorang ibu tua kepada beliau. Tua, renta. Umurnya kisaran 75 tahun. Bayangkan sekarang juga, ibu2 tua berumur 75 tahun. Bayangkan bagaimana lemah tubuhnya, keriput mukanya dan getaran tangan juga kakinya. Beliau datang, dengan hati yang tulus, semangat yang menggebu berkata kepada guru saya

” Wahai anakku, aku, ingin berada di tingkat yang tertinggi di surga itu, aku ingin bisa berada di sana, tapi, aku tidak bisa membaca alquran sama sekali”

Saudara saudariku yang kucintai karena Allah..

Sebelum saya melanjutkan cerita ini, saya ingin saudara saudari para pembaca semua bertanya kepada diri sendiri, bertanya berapa umurku saat ini lalu tanyakan lagi, apa ada di dalam diriku semangat menghafal alquran dan semangat mencapai surga tertinggi  seperti yang dimiliki si ibu tua? Tanyakan dan simpan jawabannya.

Kemudian guru saya, bergegas pergi ke kantor beliau, mengambil sebuah tas yang isinya paket lengkap kaset murottal Syekh Al Minsyawi hafizhohullahu ta’ala (saat itu belum ada/belum tersebar alquran2 digital seperti sekarang), guru saya berikan kepada ibu tua itu, agar ibu tua itu bisa menghafal dengan kaset2 itu, karena beliau sama sekali tak bisa membaca alquran.

Ibu itu pulang, tentu dengan kebahagiaan yang teramat sangat, yang hanya dirasakan oleh orang orang yang bersih hatinya, yang merindu akan surga dan Robb nya ‘azza wa jalla, mulailah dari saat itu sang ibu tua menghafal, mendengarkan kaset pemberian guru saya setiap hari, menghafalkan 1 HALAMAN setiap harinya, menyetorkan nya kepada guru saya, kemudian duduk menghabiskan waktunya mengulang ulang hafalan di sisi guru saya

Yang terlewat saya sampaikan di awal adalah bahwa sang ibu tua sudah tinggal sendirian di rumahnya, karena anak2 nya sudah membangun bahtera mereka masing -masing. Sebelumnya, beliau hampir setiap hari menelpon anak-anaknya, menanyakan kabar mereka, meminta mereka mengunjunginya, menyampaikan bahwa beliau merindukan mereka dan sebagainya sampai hari hari dimana beliau mulai menghafalkan alquran, beliau melarang anak-anaknya untuk mengunjunginya kecuali di Hari Kamis dan Jumat, karena beliau tak mau waktunya banyak terbuang sebelum ajal menjemputnya. Karena dia punya tujuan, SURGA TERTINGGI.

Lihatlah bagaimana alquran memalingkan kita dari dunia.

Akan hilang sedikit demi sedikit kecintaan akan dunia bersama banyaknya ayat yang kita hafalkan. Sampai datang masanya kita memandang dunia dengan penuh kehinaan karena apa yang tersimpan di dalam dada jauh lebih mulia dibanding gemerlapnya dunia.

Singkat cerita, karena kesungguhan sang ibu tua dalam menghafal alquran, beliau dapat menyelesaikan hafalannya dalam waktu 2 tahun saja. Istiqomah dalam menghafal setiap harinya, mengulang hafalannya, melihat dan merevisi terus menerus niat beliau dalam menggapai surga, membuat Allah memudahkan beliau untuk menyelesaikan hafalannya. Bacaan beliau, jangan ditanya, mutqin, bersih dari kesalahan2, tidak kalah dari orang yang bisa membaca alquran dengan lancar.

Sebelum saya lanjutkan lagi, ingat2 lagi berapa umur ibu tua ini, dan kurangkan dengan umur anda. Setelah dapat selisihnya, bila tak timbul rasa malu, sepertinya ada yang perlu ditanyakan tentang hati anda.

Guru saya begitu terharu, sampai akhirnya meminta sang ibu berbicara di depan khalayak ramai bagaimana dia bisa menghafal alquran dalam waktu dua tahun saja, sang ibu berkata

“Wahai anakku, sungguh aku tidak mau berbicara di depan khalayak ramai kemudian dikatan seorang hafizhoh alquran dan dipuji puji oleh manusia. Bukankah aku sudah katakan dari awal, seperti katamu wahai anakku, bahwa aku hanya ingin naik dan naik nanti di hari kiamat ke surga yang tertinggi”

Guru saya terus membujuk beliau, menyampaikan berbagai alasan, bahwasanya beliau ingin org lain pun melakukan hal yang sama seperti halnya si ibu, membagikan semangat beliau yang begitu segar di umur beliau yang telah hampir layu, guru saya ingin orang orang mengambil pelajaran, dari si ibu.

Dan akhirnya, dengan izin Allah, si ibu menyetujuinya, kemudian ditentukanlah tempat dan tanggal pertemuan tersebut..

Pada hari yang ditentukan, setelah guru saya memberikan sedikit muqoddimah dan nasehat, dengan perasaan gembira dan rindu yang mendalam, guru saya memanggil nama si ibu tua, dengan penuh harapan bahwa kebaikan yang banyak akan mengalir di kota madinah, akan tumbuh penghafal penghafal alquran dari kalangan muda dan tua, karena saya yakin siapapun yang melihat ibu tua ini akan tersulut semangatnya untuk menghafal alquran, saya sangat yakin.

Namun apa yang terjadi tak seperti yang diperkirakan, karena Allah yang Maha Mengatur lagi Maha Mengetahui, manusia berencana, namun keputusan ada di tangan – Nya..

Berdirilah seorang anak gadis, remaja, umurnya sekitar 15 tahun, padahal yang diharapkan berdiri adalah ibu tua berumur 75 tahun..dia berkata, di depan para jemaah

“Wahai ustadzah…sesungguhnya nenekku, telah meninggal, dua hari yang lalu”

Allahu Akbar

Semua terdiam, guru saya, para jemaah, dan tentunya kami semua, yang mendengar cerita itu hari ini, ada yang tertunduk, ada yang sudah menangis tersedu sedu, ada yang termenung, ada yang sibuk mencari tissue di tasnya, adapun saya, tak henti hentinya mengucap kalimat takjub, tangan saya dingin, hati saya menangis dan teriris, bukan karena sang ibu sudah meninggal dunia, atau karena sang ibu tak jadi berbicara di depan orang ramai, bukan sama sekali, yang membuat saya begitu sedih dan terharu, adalah bagaimana Allah menginginkan kebaikan untuk beliau di sisa sisa hidupnya. Bagaimana Allah mengantarkan beliau untuk mendatangi majelis guru saya di hari itu, bagaimana Allah menggerakkan hati beliau untuk bisa menghafal alquran. Bagaimana Allah membuat beliau istiqomah. Bagaimana Allah timbulkan kecintaan beliau kepada Al-quran..Itu membuat saya berpikir, Bagaimana dengan saya? Apakah Allah menginginkan kebaikan untuk saya? Ada di mana saya nanti di hari kiamat?

Saudara saudariku yang kucintai karena Allah

Percayalah, selalu ada jalan menuju kebaikan

Selalu ada jalan menuju surga Allah

Tidak ada tempat ketiga di surga, bila kita tak bisa menggapai surga-Nya maka sudah jelas kita akan berada di mana, wal ‘iyaadzu billah

Selalu ada jalan apabila kita mau berjuang

Tak ada yang tak mungkin

Umur dan kesibukan bukan penghalang untuk menghafal Al-Quran

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam, diutus ketika beliau berumur 40 tahun, dari situ wahyu turun dan beliau mulai menghafalnya, begitu pula para sahabat, menghafal alquran di umur mereka yang telah senja

Tak ada kenikmatan lain selain ketika Allah memilih kita sebagai keluarga dan orang-orang terdekat-Nya. Siapa keluarga Allah? Merekalah orang- orang yang berjalan di atas bumi dan Al-Quran tersimpan di dalam dada mereka.

Mulailah

Kita tak tau kapan nafas kita akan habis, jantung kita berhenti berdetak, bisa jadi satu tahun lagi, satu bulan lagi, satu minggu lagi, satu hari lagi, atau bahkan tepat setelah kita membaca tulisan ini….

Mari bangun dari tidur yang panjang ini, saudara saudariku yang kurindukan karena Allah..

Semoga Allah mengumpulkan kita di SURGA yang TERTINGGI, dengan suara aliran sungai dan udara sejuk serta pepohonan hijau, berkumpul dan tertawa bahagia, bersama.

Uhibbukum Fillah….

Madinah Al-Munawwarah,

12 Jumadil Akhir 1439 H

Ukhtukum fillah

Intan

Senin, 05 Maret 2018

Uang Arisan

Ustadz Menjawab
Ahad, 04 Maret 2018
Ustadz Farid Nu'man Hasan

🌿🍁🌺 Uang Arisan

Assalamu'alaikum, ustadz/ustadzah ....bagaimana hukumnya mengikuti Arisan Uang....mohon dijawab ustadz. Jazakillah khoir

Jawaban
--------------

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah wal hamdulillah ..

Arisan dlm arti yg sederhana, sekumpulan org ngumpulin duit lalu diundi, ini bukan judi, sebab tdk ada menang kalah, semua akan mendapatkan jg pd akhirnya dan pd gilirannya. Ini sama seperti menabung, hanya sj bedanya uang totalnya didahulukan atau ditunda.

Atau seperti seorang yang berhutang ke beberapa orang. Ini tidak ada larangan dalam nash, _bara'atul ashliyah_, kembali ke hukum asal .., begitu juga dalam hal arisan haji dan qurban.

Imam Ibnul Qayyim berkata:

والأصل في العقود والمعاملات الصحة حتى يقوم دليل على البطلان والتحريم

Hukum asal dalam berbagai perjanjian dan muamalat adalah sah sampai adanya dalil yang menunjukkan kebatilan dan keharamannya. (I’lamul Muwaqi’in, 1/344)

Atau yang serupa dengan itu:

أن الأصل في الأشياء المخلوقة الإباحة حتى يقوم دليل يدل على النقل عن هذا الأصل

Sesungguhnya hukum asal dari segala ciptaan adalah mubah, sampai tegaknya dalil yang menunjukkan berubahnya hukum asal ini. (Imam Asy Syaukani, Fathul Qadir, 1/64. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Dalil kaidah ini adalah:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah (2): 29)

Dalil As Sunnah:

الحلال ما أحل الله في كتابه والحرام ما حرم الله في كتابه وما سكت عنه فهو مما عفا عنه

“Yang halal adalah apa yang Allah halalkan dalam kitabNya, yang haram adalah yang Allah haramkan dalam kitabNya, dan apa saja yang di diamkanNya, maka itu termasuk yang dimaafkan.” (HR. At Tirmidzi No. 1726, katanya: hadits gharib. Ibnu Majah No. 3367, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 6124. Syaikh Al Albani mengatakan: hasan. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 1726. Juga dihasankan oleh Syaikh Baari’ ‘Irfan Taufiq dalam Shahih Kunuz As sunnah An Nabawiyah, Bab Al Halal wal Haram wal Manhi ‘Anhu, No. 1 )

Kaidah ini memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Mereka dibebaskan untuk melakukan apa saja dalam hidupnya baik dalam perdagangan, politik, pendidikan, militer, keluarga, dan semisalnya, selama tidak ada dalil yang mengharamkan, melarang, dan mencelanya, maka selama itu pula boleh-boleh saja untuk dilakukan. Ini berlaku untuk urusan duniawi mereka. Tak seorang pun berhak melarang dan mencegah tanpa dalil syara’ yang menerangkan larangan tersebut.

Oleh karena itu, Imam Muhammad At Tamimi Rahimahullah sebagai berikut menjelaskan kaidah itu:

أن كل شيء سكت عنه الشارع فهو عفو لا يحل لأحد أن يحرمه أو يوجبه أو يستحبه أو يكرهه

“Sesungguhnya segala sesuatu yang didiamkan oleh Syari’ (pembuat Syariat) maka hal itu dimaafkan, dan tidak boleh bagi seorang pun untuk mengharamkan, atau mewajibkan, atau menyunnahkan, atau memakruhkan.” (Imam Muhammad At Tamimi, Arba’u Qawaid Taduru al Ahkam ‘Alaiha, Hal. 3. Maktabah Al Misykah)

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan:

وهو سبحانه لو سكت عن إباحة ذلك وتحريمه لكان ذلك عفوا لا يجوز الحكم بتحريمه وإبطاله فإن الحلال ما أحله الله والحرام ما حرمه وما سكت عنه فهو عفو فكل شرط وعقد ومعاملة سكت عنها فإنه لا يجوز القول بتحريمها فإنه سكت عنها رحمة منه من غير نسيان وإهمال

Dia –Subhanahu wa Ta’ala- seandainya mendiamkan tentang kebolehan dan keharaman sesuatu, tetapi memaafkan hal itu, maka tidak boleh menghukuminya dengan haram dan membatalkannya, karena halal adalah apa-apa yang Allah halalkan, dan haram adalah apa-apa yang Allah haramkan, dan apa-apa yang Dia diamkan maka itu dimaafkan. Jadi, semua syarat, perjanjian, dan muamalah yang didiamkan oleh syariat, maka tidak boleh mengatakannya haram, karena mendiamkan hal itu merupakan kasih sayang dariNya, bukan karena lupa dan membiarkannya. *(I’lamul Muwaqi’in, 1/344-345)*

Imam Al Qalyubi berkata:

_Pertemuan bulanan yg biasa dilakukan kaum wanita dimana masing masing dipungut iuran lalu salah seorangnya mendapatkannya, lalu terus berlangsung satu persatu

dapat bagiannya sampai selesai. Semua ini BOLEH._ *(Hasyiyah Al Qalyubi wa 'Amirah, 2/258)*

*Catatan:*
- Uang total arisan hendaknya bulat jgn dipotong agar tidak ada yg dizalimi

- jika ada konsumsi maka pakailah sumber dana lain, uang kas misalnya.

- jk mau memberikan upah kepada pengelola itu juga diambil dari sumber lain. Dgn akad ijarah (sewa) thdp jasanya; tenaga dan waktunya.
Demikian.

Wallahu a'lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh: manis.id

📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis

💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis

CINTAMU, DI SURGA KELAK, MENGANTARKAN ENGKAU BERSAMANYA

*💞CINTAMU, DI SURGA KELAK, MENGANTARKAN ENGKAU BERSAMANYA*

✅ Siapa yang engkau cintai dan idolakan sekarang?

⛔ Apakah yang bermain bola atau atlet olah raga yang lainnya, artis sinetron, dll yang engkau cintai dan di jadikan panutan?

✅ Sebelum terlambat, yuk kita rubah, mulai sekarang, siapa yang layak kita cintai dan kita idolakan

💞 Cinta itu, selalu mengikuti apa yang kita cintai, maka cintailah ia, dari cara hidupnya dalam beramal, perkataan nya dll

📚Dalam hadits Anas bin Malik disebutkan

👉bahwasanya ada seorang arab badui bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat

*🤔seraya berkata, “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?”*

🌻(dalam riwayat yang lain: Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sholat, kemudian tatkala beliau selesai dari sholatnya

*🌻beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mana tadi orang yang bertanya tentang hari kiamat?”,*

👉orang itu menjawab, “Saya, ya Rasulullah!”)

*🌻Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Apakah yang engkau persiapkan untuk menemui hari kiamat?”*

*👉ia berkata, “Aku tidak menyiapkan apa-apa*
(dalam riwayat yang lain:

👉⛔“Aku tidak mempersiapkan diri untuk menemui hari kiamat dengan
1⃣banyaknya sholat,
2⃣puasa, dan
3⃣sedekah”[6])

*💞KECUALI AKU MENCINTAI ALLAH DAN RASULNYA”.*

*🌻Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “SESUNGGUHNYA ENGKAU BERSAMA DENGAN ORANG YANG ENGKAU CINTAI”*

🌷(Dalam riwayat yang lain:

*🌱Anas berkata, “Lalu kami berkata, “Apakah kami juga demikian?”,*

*🌻Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ya” .*

*🌱Anas berkata, “Maka kamipun pada hari itu sangat gembira”

*🌱(Dalam riwayat lain, Anas berkata, “Dan aku tidak pernah melihat kaum muslimin sangat gembira lebih daripada kegembiraan mereka pada saat itu”*

🌱Anas berkata, “Kami tidak pernah gembira karena sesuatu apapun sebagaimana kegembiraan kami karena mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

*🌹“Engkau bersama yang engkau cintai”. Anas berkata, “*

*💞Aku mencintai
1⃣Nabi,
2⃣Abu Bakar, dan
3⃣Umar dan
*🤲aku berharap aku (kelak dikumpulkan) bersama mereka meskipun aku tidak beramal sebagaimana amalan sholeh mereka*

(Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Al-Fath 10/681, Ini adalah riwayat At-Thirmidzi 4/595 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat juga Adabul Mufrod no 352)

*🤲semoga kelak kita di masukkan di surga firdaus, BERKUMPUL dengan nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam*

Aamiin ya rabbal alamin

Sabtu, 03 Maret 2018

Kutipan Imam Al Ghazali)

Assalamualaikum..

“Pelajari ilmu syariat untuk menunaikan segala perintah Allah SWT dan
juga ilmu akhirat yang dapat menjamin keselamatanmu di akhirat nanti.”
(Imam Al Ghazali)

“Menuntut ilmu adalah taqwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah.
Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad.”
(Imam Al Ghazali)

Jumat, 02 Maret 2018

Inilah Mukmin Yang Mantap!*

📚🌿 Faedah Hari Ini

*Inilah Mukmin Yang Mantap!*

Terdapat beberapa sifat yang disebutkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam tentang siapa manusia yang terbaik;

Pertama, Yang Belajar-Mengajar Al-Qur’an

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari, no. 5027)

Kedua, Yang Paling Baik Akhlaknya

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقًا

“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari, no. 6035)

Ketiga, Yang Paling Baik Saat Mengembalikan Hutang

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik saat mengembalikan hutang.” (HR. Bukhari. no. 2305)

Keempat, Yang Diharap Kebaikannya dan Dirasa Aman Keburukannya

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang diharapkan kebaikannya dan dirasa aman keburukannya.” (Shahih At-Tirmidzi, no. 2263)

Kelima, Yang Paling Baik Kepada Isterinya

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada isterinya.” (Shahih Ibnu Hibban, no. 4177)

Keenam, Yang Memberi Makan dan Menjawab Salam

خِيَارُكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ وَرَدَّ السَّلَامَ

“Sebaik-baik kalian adalah yang memberi makan dan menjawab salam.” (Shahih Al-Jami’, no. 3318)

Ketujuh, Yang Paling Cepat Menutup Celah Shaf Shalat

خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبَ فِي الصَّلاَةِ

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling cepat menutup celah shaf shalat.” (At-Targhib wa At-Tarhib, I/234)

Kedelapan, Yang Panjang Umurnya Shalih Amalnya

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan shalih amalnya.” (Shahih Al-Jami’, no. 3297)

Kesembilan, Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Shahih Al-Jami’, no. 3298)

Kesepuluh, Yang Paling Baik Kepada Kawan dan Tetangga

خَيْرُ الأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ، وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang paling baik bagi kawannya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik bagi tetangganya.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad, hal. 84)

Kesebelas, Yang Berhati Bersih dan Lisan Jujur

خَيْرُ النَّاسِ ذُو الْقَلْبِ الْمَخْمُومِ، وَاللِّسَانِ الصَّادِقِ "، قُلْنَا: فَقَدْ عَرَفْنَا الصَّادِقَ، فَمَا ذُو الْقَلْبِ الْمَخْمُومِ ؟ قَالَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ لا إِثْمَ فِيهِ وَلا بَغْيَ وَلا غِلَّ وَلا حَسَدَ

“Sebaik-baik manusia adalah yang memiliki hati bersih dan lisan jujur.” Kami (Para Sahabat) bertanya, “Orang jujur kami sudah mengerti, lalu apa yang dimaksud dengan hati bersih?” Beliau menjawab, “Seorang yang bertakwa, bersih, tidak memiliki dosa, tidak aniaya, tidak dendam, dan tidak dengki.” (Shahih Al-Jami’, no. 3291)

Translate: Tim Media Farid Okbah
Murajaah: KH. Farid Ahmad Okbah. MA

Link:
http://www.faridokbah.com/2017/11/inilah-mukmin-yang-mantap.html?m=1

_______________

🔰 Web: www.faridokbah.com

🔰 Youtube: https://www.youtube.com/channel/UC3r-QTA2BcdLfimbweuGvYQ