Sabtu, 24 Februari 2018

Kisah Sahabat Abdullah bin Jahsy yang Jasadnya Dimutilasi Abu Zaid Amir

Kisah Sahabat Abdullah bin Jahsy yang Jasadnya Dimutilasi
Abu Zaid Amir



Kisah Sahabat Abdullah bin Jahsy yang Jasadnya Dimutilasi

Kisah Abdullah bin Jahsy- Sahabat Nabi yang sedang kita kaji saat ini memiliki hubungan erat dengan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Dia adalah sahabat yang pertama kali mengibarkan panji Islam. Setelah itu dia menjadi orang yang pertama kali dipanggil sebagai Amirul Mukminin.

Dia juga termasuk orang pertama masuk Islam yakni termasuk dari Assabiqunal Awwalun. Ia masuk Islam sebelum Rasulullah masuk ke Darul Arqom. Lalu siapakah dia?

Dia adalah Abdullah bin Jahsy al-Asadi.

Biografi Abdullah bin Jahsy
Sebagaimana yang sudah saya tuliskan di paragraf pertama, bahwa dia memiliki hubungan yang erat dengan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Dia sebagai sepupu Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

Karna Ibu Abdullah bin Jahsy yang bernama Umaimah binti Abdul Muthalib adalah bibi bagi Rasulullah  Shalallahu alaihi wassalam. Selain menjadi sepupu Rasulullah, Abdullah bin Jahsy juga saudara ipar beliau, karena saudara perempuan Abdullah bin Jahsy al-Asadi yang bernama Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah.

Latar Belakang Abdullah bin Jahsy

Beliau adalah sahabat Nabi yang pemberani, bukan penakut. Tidak ada kata lain selain dari itu.

Manakala Nabi mengizinkan para sahabat yang masuk Islam untuk hijrah ke Madinah (Yatsrib), Abdullah bin Jahsy menjadi orang kedua yang berangkat hijrah ke Madinah, sedangkan yang pertama adalah Abu Salamah.

Beliau Hijrah ke Madinah demi menyelamatkan agamanya, dan itu bukan lagi sesuatu yang berat bagi Abdullah bin Jahsy, karena sebelumnya ia pernah hijrah ke Habasyah.

Namun, bagi Abdullah bin Jahsy hijrah kali ini berbeda dari hijrah sebelumnya. Karna dia mengajak seluruh keluarganya, bersama istrinya, kerabatnya serta saudara-saudaranya. Baik laki-laki maupun perempuan, orangtua dan anak-anak muda, wanita muda dan wanita tua. Keluarga beliau adalah keluarga muslim, kabilahnya adalah kabilah Iman.

Ketika mereka hijrah ke Madinah, perkampungan Jahsy terlihat sangat sepi seperti tidak pernah ada penghuni sebelumnya. Hunian kosong melompong seolah-olah tidak pernah dijama manusia.

Tidak lama kemudian setelah kabilah Jahsy hijrah, beberapa pemuka Quraisy yakni Abu Jahal dan Utbah bin Rabi’ah berkeliling di sekitar Makkah untuk memastikan siapa saja yang sudah pergi berhijrah.

Utbah melihat perkampungan Bani Jahsy sangatlah sepi tanpa penghuni, ia berkata, "Perkampungan Bani Jahsy sudah kosong menangisi penghuninya."

Abu Jahal menjawab, "Siapa mereka sehingga perkampungan sampai menangisi mereka?"

Kemudian Abu Jahal mendekati rumah terkaya dan paling bagus di perkampungan itu, yakni rumah milik Abdullah bin Jahsy. Abu Jahal membuka pintu rumah tersebut dan bertindak seenaknya di dalam rumah itu seperti rumahnya sendiri.

Manakala kabar apa yang dilakukan Abu Jahal terhadap perkampungan Abdullah bin Jahsy dan rumahnya sampai ke telinga Abdullah, maka dia langsung menyampaikan kepada Rasulullah. Nabi bersabda: "Wahai Abdullah, apakah kamu tidak rela kalau Allah memberimu sebuah rumah di Surga dengannya kelak?"

Abdullah menjawab, "Ya wahai Rasulullah."
Nabi bersabda, "Itu untukmu." Mendengar jawaban Nabi, Abdullah bin Jahsy mulai tenang dan merelakan semuanya.

Bahkan Abdullah bin Jahsy menetap dengan tenang di Madinah dan belum pernah merasakan hidup tenang setenang saat setelah ia hijrah.

Ujian yang Dirasakan Abdullah bin Jahsy al-Asadi sampai Turun Qs. Al-Baqarah:217

Kisah Abdullah bin Jahsy belum sampai di sini. Karna masih banyak hikmah-hikmah yang ada di setiap perjalanan hidupnya.
Rasulullah sangat menghormati beliau, selain karena kerabat dekatnya, ia juga termasuk sahabat yang mulia.

Kala itu Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memilih delapan sahabat untuk melakukan tugas militer pertama dalam islam. Di antara mereka adalah Abdullah bin Jahsy dan Saad bin Abi Waqash. Nabi bersabda, "Aku akan menjadikan orang yang paling kuat menahan lapar dan haus sebagai pemimpin kalian."

Kemudian Nabi menyerahkan panji-panji perang kepada Abdullah bin Jahsy. Dengan itu Abdullah bin Jahsy menjadi komandan perang pertama kali dalam sekelompok orang muslim.

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam menentukan tujuan perjalanan Abdullah bin Jahsy, beliau memberinya surat dan memintanya untuk tidak membuka kecuali setelah berjalan 2 hari.

Setelah dua hari mereka melakukan perjalanan, Abdullah bin Jahsy membuka surat pemberian Rasulullah, yang isinya adalah:

"Jika kamu membaca suratku ini maka tetaplah berjalan sehingga kamu tiba di Nakhlah antara Thaif dan Makkah, awasi orang-orang Quraisy, kemudian sampaikan berita mereka kepadaku."

Begitu Abdullah bin Jahsy membaca surat itu ia berkata, "Kami mendengar dan menaati Rasulullah."

Kemudian Abdullah bin Jahsy berkata kepada pasukannya:

"Rasulullah memerintahku berangkat ke Nakhlah untuk mengawasi orang-orang Quraisy sehingga aku bisa menyampaikan berita mereka kepada Rasulullah.

Rasulullah melarangku memaksa siapapun dari kalian untuk tetap berangkat bersamaku, siapa di antara kalian yang ingin meraih syahadah maka silakan mengikutiku, namun siapa yang tidak ingin mendapatkannya maka silakan kembali tanpa ada kesalahan yang di tanggungnya."

Demikianlah pidato dari sang komandan pertama Islam kepada pasukannya. Pasukannya pun berkata, "Kami mendengar dan menaati Rasulullah, kami akan tetap bersamamu sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Rasulullah."

Kemudian mereka berjalan sampai tiba di Nakhlah, mereka memulai aksinya. Yakni mengintai semua gerak gerik orang-orang Quraisy. Di saat mereka sedang melakukan tugas tersebut, mereka melihat kafilah dagang milik orang Quraisy dengan dikawal empat orang, mereka adalah Amru bin al-Hadhrami, al-Hakam bin Kaisan, Utsman bin Abdullah dan saudaranya al-Mughirah. Mereka membawa perniagaan Quraisy yang terdiri dari kulit, kismis dan sebagainya.

Melihat hal itu para sahabat berkumpul dan bermusyawarah. Membahas masalah yang besar, apakah para kabilah harus dibunuh atau dibiarkan. Karna pada saat itu mereka berada diakhir bulan haram. Dalam peraturan, bulan haram tidak diperbolehkan ada pertumpahan darah.

Salah satu dari sahabat berkata:

"Jika kita memerangi mereka maka kita memerangi mereka di bulan haram, jika hal itu kita lakukan maka kita tidak menghormati bulan haram, selain itu perbuatan kita akan mendapat cibiran dari orang-orang Arab. Namun jika kita membiarkan mereka sampai hari ini berlalu maka mereka akan masuk wilayah haram dan mereka dalam keadaan aman."

Mereka terus bermusyawarah, hingga akhirnya mereka sepakat untuk menyerang kafilah dagang orang Quraisy tersebut.

Para sahabat pun menyerang mereka dan membunuh salah satu dari mereka yaitu Amru bin al-Hadhrami dan menawan dua orang lainnya, sedangkan satu lagi berhasil melarikan diri.

Abdullah bin Jahsy dan pasukannya pun membawa dua tawanan tersebut serta membawa harta rampasan mereka ke Madinah.

Tatkala mereka menemui Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam,  beliau ternyata tidak menyetujui perbuatan Abdullah bin Jahsy dan teman-temannya. Rasulullah bersabda, "Demi Allah, aku tidak memerintahkan kalian untuk berperang, akan tetapi aku hanya memerintahkan kalian untuk mengetahui berita orang-orang Quraisy dan mengawasi gerak gerik mereka."

Nabi pun hanya membiarkan dua tawanan itu sebelum menetapkan keputusannya dan beliau tidak mengutak atik barang dagangan mereka.

Mendengar hal itu Abdullah bin Jahsy dan teman-temannya merasa sangat sedih dan bersalah karena telah menyelisihi perintah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Hal inilah yang membuat Albdullah bin Jahsy merasa sedang mendapat ujian. Bahkan ujian mereka semakin berat saat orang-orang Quraisy menganggap pasukan Abdullah bin Jahsy telah menghina Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan merusak nama baik beliau.

Orang-orang kafir Quraisy beranggapan bahwa Muhammad telah menghalalkan bulan haram, dia menumpahkan darah di dalamnya, merampas harta dan menawan orang-orang. Betapa sedihnya Abdullah bin Jahsy dan teman-temannya dan betapa malunya mereka terhadap apa yang mereka lakukan.

Ketika masalah tersebut membuat mereka semakin tidak tenang, akhirnya turunlah ayat yang membuat mereka dan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam merasa tenang dan bahagia. Allah telah menurunkan wahyu mengenai peristiwa itu, yakni Qs. Al-Baqarah:217:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ

Artinya : "Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada buan haram, katakanlah, ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, tetapi menghalangi manusia di jalan Allah, kafir kepada Allah, menghalangi masuk Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya lebih besar dosanya di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh." (Al-Baqarah: 217)

Setelah turun wahyu tersebut Rasulullah mulai tenang dan merelakan perbuatan Abdullah bin Jahsy dan teman-temannya.

Dengan turun ayat ini, membuat kejadian yang mereka alami (perampasan kabilah dagang kafir Quraisy) adalah menjadi suatu peristiwa yang besar bagi kaum muslimin.

Yakni harta rampasannya adalah harta rampasan yang pertama yang diraih oleh kaum muslimin, korbannya adalah orang musyrik pertama yang darahnya ditumpahkan oleh kaum muslimin, kedua tawanannya adalah dua tawanan pertama yang ditawan oleh kaum muslimin, panji-panjinya adalah panji-panji pertama yang dikibarkan oleh tangan Rasulullah, panglimanya adalah Abdullah bin Jahsy orang pertama yang dipanggil Amirul Mukminin.

Kisah Sahabat Nabi Abdullah bin Jahsy Tak hanya itu saja. Karna Abdullah bin Jahsy juga memperlihatkan kepahlawanannya dan keberaniannya dalam perang Badar dan perang Uhud.

Di dalam perang Uhud inilah Abdullah bin Jahsy meraih syahadah seperti halnya paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthalib.

Kisah Wafatnya Abdullah bin Jahsyi di Perang Uhud

Dikisahkan bahwa saat itu Abdullah bin Jahsy berperang bersama dengan sahabatnya, Saad bin Abi Waqash.
Ketika itu Abdullah bin Jahsy berkata kepada Saad bin Abi Waqash, "Berdoalah kepada Allah."

Saad bin Abu Waqqas menjawab, "Ya"

Lalu mereka berdua menepi di sebuah tempat, Saad berdoa kepada Allah, "Ya Rabbi jika aku bertemu musuh maka pertemukan aku dengan seorang laki-laki kuat dan berani, aku akan melawannya dan dia melawanku, kemudian limpahkanlah kemenangan kepadaku sehingga aku bisa membunuhnya dan mengambil hartanya."

Abdullah bin Jahsy mengamini doa Saad, lalu Abdullah bin Jahsy berdoa:

"Ya Rabbi jika aku bertemu musuh maka pertemukan aku dengan seorang laki-laki kuat dan berani, aku akan melawannya dan dia melawanku, kemudian dia menangkapku, memotong hidung dan telingaku.

Jika esok aku bertemu dengan Mu, maka Engkau akan bertanya kepadaku, ‘Kenapa hidung dan telingamu terpotong?’ Maka aku menjawab, ‘Karena Engkau dan Rasul Mu,’ Dan Engkau akan menjawab, ‘Kamu benar."

Saad bin Abi Waqash berkata, "Doa Abdullah bin Jahsy lebih baik dari doaku, aku melihatnya di sore hari dalam keadaan syahid dan dalam keadaan di cincang-cincang, hidung dan telinganya tergantung pada sebuah tali di pohon."

Allah telah mengijabah doa Abdullah bin Jahsy, Dia memuliakannya dengan syahadah. Lalu Rasulullah menguburkan jasadnya dalam satu liang lahad dengan paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthalib.

Sungguh sebuah kemuliaan yang diraih oleh Abdullah bin Jahys, semoga Allah merahmatinya.

Demikan kisah Abdullah bin Jahsy yang Jasadnya Dimutilasi namun akan diganti oleh Allah di Surga. Semoga Allah muliakan jasadnya dan ditempatkan ditempat yang tinggi di Surga. Amiin. Kami cinta sahabat.

Penulis: Admin

Referensi:

Shuwaru min Hayatis Shahabah Dr. Abdurrahman Ra'fat Basya

Tag Hafalan:

Abdullah bin Jahsy adalah sepupu dan ipar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.
Ibu Abdullah bin Jahsy adalah Umaimah binti Abdul Muthalib.
Saudara Abdullah bin Jahsy adalah istri Rasulullah yakni Zainab binti Jahsy.
Abdullah bin Jahsy adalah orang pertama yang dipanggil Amirul Mukminin
Abdullah bin jahsy adalah orang kedua yang hijrah ke Madinah.
Abdullah bin jahsy wafat saat perang uhud dengan tubuh yang tercincang-cincang.
Abdullah bin Jahsy menawan kafilah dagang milik orang Quraisy dengan di kawal empat orang, mereka adalah Amru bin al-Hadhrami, al-Hakam bin Kaisan, Utsman bin Abdullah dan saudaranya al-Mughirah.
Abdullah bin Jahsy merasa sedih karnanya, sampai turun Al-Baqarah:217 dan suasana kembali tenang

RPA

Apa RPA? Baca bonus Abana RPA dan Tag Hafalan

Ayah Bunda mensifati Abdullah bin Jahsy sebagai sahabat yang tegar, dia rela rumah dan perabotannya diambil oleh Kafir Quraisy, memilih mendapat gantinya Rumah di Surga
Do'a Abdullah bin Jahsy adalah bentuk keimanan Abdullah terhadap Allah
Ayah Bunda menekankan sifat Abdullah bin Jahsy yang "Sami'na wa ata'na" dia mendengar perintah Nabi saat membaca surat, dan dia taat terhadap perintah Nabi. Anak-anak juga harus diajarkan untuk mendengar perintah Ustadznya di kelas atau orangtuanya di rumah, lalu setelah mendengar dia harus taat.

Silahkan jika ada yang mau menambahkan :)

Sumber abanaonline.com

Belajar 33 TAHUN "HANYA" DAPAT 8 HAL

Belajar 33 TAHUN "HANYA" DAPAT 8 HAL

⊙Suatu hari, Imam Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada muridnya yang bernama
Hatim Al Ashom :

■Imam syaqiq : "Sudah berapa lama engkau menuntut ilmu dariku?".

●"Sudah 33 tahun", jawab Hatim.

■"Apa yang telah kau pelajari, selama 33 th ini?", tanya Imam Syaqiq.

●"Hanya 8 hal ", jawab Hatim.

■"Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun!
Kuhabiskan umurku untuk mendidikmu,
namun kau hanya mempelajari 8 hal dariku?", Ucap Imam Syaqiq heran.

●"Benar Yaa Syeikh, aku hanya mempelajari 8 hal saja, aku tidak mau mendustai anda", jawab Hatim.

■"Coba sebutkan 8 hal yang telah kau pelajari itu!" pinta Imam Syaqiq.

●Hatim Al Ashom pun berkata :

♥Pertama :
"Kulihat setiap manusia memiliki seorang kekasih. Ketika dia mati, kekasihnya ikut mengantarkannya hingga ke kuburan, lalu meninggalkannya sendirian di sana.

○Maka, aku lebih memilih amal kebajikan sebagai kekasihku. Sehingga ketika nanti Aku masuk liang kubur, amalku akan ikut bersamaku".

♥Kedua :
"Aku merenungkan wahyu ALLAH SWT :
"Dan adapun orang2 yang takut kepada Kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surga lah yang akan menjadi tempat tinggalnya".
(QS. An Naazi'aat,79:40-41).

○Aku sadar, bahwa Firman Alloh pasti lah benar. Maka Aku pun berjuang untuk melawan keinginan nafsuku, hingga nafsuku tunduk kepada ALLAH SWT ".

♥Ketiga :
"Ku perhatikan manusia selalu memulyakan dan menyimpan harta benda berharga yang mereka miliki, lalu Kupelajari Firman ALLAH swt :
"Apa yang ada disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi ALLAH akan kekal".
(QS. An Nahl,16:96).

○Maka setiap kali Aku memperoleh sesuatu yg berharga,
Aku pun menyedekahkannya dijalan ALLAH swt, agar hartaku selalu tetap terjaga di sisi-Nya".

♥Keempat :
"Aku melihat setiap manusia mengejar harta, kedudukan, kehormatan dan kemulyaan nasab. Namun setelah aku mempelajarinya, ternyata semua itu tidak ada apa2nya, saat Aku membaca Wahyu ALLAH swt :

"Sesungguhnya, orang yg paling mulia disisi ALLAH, adalah orang yg paling bertaqwa (kepada ALLAH) di antara kalian".
(QS. Al Hujuroot,49:13).

○Karena itulah, aku pun beramal untuk mewujudkan taqwa, agar Aku memperoleh kedudukan yang Mulia di sisi ALLAH SWT.

♥Kelima :
"Aku melihat manusia saling mencela dan melaknat, dan sumber semua itu adalah hasad (kedengkian). Lalu aku mempelajari Wahyu ALLAH SWT :
"Kami telah membagikan untuk penghidupan mereka di alam dunia".
(QS. Az Zukhruf,43:32).

○Akupun sadar, bahwa semuanya telah dibagi oleh ALLAH swt.
Maka aku tinggalkan sifat Hasad (dengki), kujauhi manusia, dan aku tidak bermusuhan dengan seorang pun".

♥Keenam :
"Kulihat manusia saling menganiaya dan saling membunuh, padahal ALLAH SWT berfirman :
"Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)".
(QS. Al Fathir,35:6).

○Oleh sebab itu,
Kutinggalkan permusuhan dengan manusia dan Kujadikan Syeitan sebagai satu2nya musuhku.
Aku selalu mewaspadainya dengan sekuat tenaga, sebab ALLAH swt sendiri yg telah menjadikan Syeitan sebagai musuhku".

♥Ketujuh :
"Aku melihat setiap orang hanya demi sepotong roti (harta), mereka rela menghinakan diri mereka sendiri dengan melakukan hal2 yg diharamkan oleh ALLAH swt. Lalu kuperhatikan Firman ALLAH SWT :

"Dan tiada satupun binatang melata dibumi, melainkan ALLAH telah menanggung rezeki nya".
(QS. Hud,11:6).

○Aku sadar,
Bahwa diriku adalah salah satu dari yang melata itu, dan ALLAH swt telah menjamin Rezeki ku. Oleh karena itu, kusibukkan diriku untuk menunaikan kewajiban yang telah di berikan oleh ALLAH swt dan aku tidak pernah merisaukan sesuatu yang telah dijamin oleh ALLAH swt untukku".

♥Kedelapan :
"Aku melihat banyak orang bergantung kepada Makhluq ALLAH swt. Ada yg bergantung kepada ladangnya, bergantung kepada perniagaannya, bergantung kepada pekerjaannya, dan bergantung kepada kesehatan jasmaninya.Akupun kembali kepada Firman ALLAH :

"Dan barang siapa yg bertawakkal kepada ALLAH, maka ALLAH akan mencukupkan (segala keperluan) nya".
(QS. Ath Tholaaq,65:3).

○Oleh karena itulah,
Aku pun bertawakkal (bergantung) kepada ALLAH swt yang Maha Perkasa dan Maha Agung, dan ALLAH swt pun mencukupi semua kebutuhanku".

■Mendengar jawaban dari Hatim Al Ashom,
Imam Syaqiq Al Balkhi berkata :
"Wahai Hatim, semoga ALLAH memberimu Taufiq. Aku telah mempelajari Zabur, Taurot, Injil dan Al Qur'an. Dan kutemukan bahwa semua jenis kebaikan dan ajaran Agama, berkisar pada 8 hal yang tadi telah kau sampaikan. Barang siapa mengamalkan 8 hal tersebut. Maka berarti, dia telah mengamalkan isi dari 4 kitab suci".

LALU........
♡Berapa lama kita menuntut ilmu?
♡Apa yang kita dapatkan?
♡Adakah pelajaran penting yang meresap kedalam hati kita dan selalu kita amalkan?
♡Atau semua itu hanya sekedar penghibur telinga kita?

Semoga ALLAH SWT, memberi kita Taufiq dan Hidayah, Sehingga kita dapat mengamalkan apa yang kita dengar, kita lihat dan kita baca.......

Aamiin

Yuk bersholawat:
Asholatu wassalamu 'alaika yaa sayyidi yaa rosulallah khudz biyyadi qollat khiilatii adriknii.

Semoga menjadi amal ibadah tholabul 'ilmi dan ibadah dakwah untuk semua yang klik dan menyebarkannya..
Aamiin

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”
(HR. Muslim no. 1893).

Repost. Admin Sahabat Mar'atushshalihah

35 adab ketika berhadapan dengan ibu bapak kita*

*35 adab ketika berhadapan dengan ibu bapak kita*

1. Tutup hand phonemu. Dan jauhkan HP ketika kehadiran mereka
2. Diam untuk mendengar cerita mereka
3. Terima pendapat mereka
4. Memberi respon baik terhadap cerita mereka
5. Berhadapan  dengan mereka dalam keadaan merendah diri
6. Selalu memuji mereka
7. Bagikan kepada mereka cerita yang menggembirakan
8. Tidak menyampaikan kepada mereka cerita yang buruk
9. Memuji kawan-kawan mereka Dan orang yang mereka sayang
10. Ingat jasa mereka
11. Merasa takjub terhadap cerita mereka walau sudah berulang-ulang kali
12. Tidak menyebut urusan yang menyakitkan yang telah berlalu
13. Hindari pembicaraan  yang berlebihan
14. Duduk sopan bersama mereka
15. Tidak meremehkan pendapat mereka
16. Tidak memotong percakapan mereka dan tidak meninggalkan mereka ketika mereka bercerita
17. Menghormati umur mereka Dan tidak membebankan mereka dengan cucu-cucu (menitipkan anakmu pada orang tua)
18. Tidak menghukum anakmu (cucu mereka) di hadapan mereka
19. Terima sepenuhnya nasihat dan pendapat mereka
20. Memuliakan kehadiran mereka
21. Tidak meninggikan suara terhadap mereka
22. Tidak berjalan di hadapan mereka
23. Tidak makan sebelum mereka makan
24. Tidak membebani mereka dengan masalahnmu (seolah2 ada yg pelik)
25. Berbangga dengan mereka walau pun mereka tidak layak untuk itu (untuk urusan yang di banggakan itu)
26. Tidak melunjurkan kaki di hadapan mereka Dan jgn memberi mereka sesuatu dari arah belakang
27. Tidak mencaci terhadap kemarahan mereka
28. Mendoakan untuk mereka setiap waktu
29. Tidak memperlihatkan kepenatan Dan keletihan di hadapan mereka
30. Tidak mengetawakan atas kesalahan mereka
31. Menolong mereka sebelum mereka meminta
32. Selalu mengunjungi mereka dan tidak membuat mereka marah
33. Memilih perkataan yang baik ketika berbicara dengan mereka
34. Panggil mereka dengan sebutaan yang mereka suka
35. Dahulukan mereka dari semua urusanmu dan orang lain.

*Ingatlah ibu bapak ialah harta dibawah bumi, mereka akan di kebumikan di bawah tanah.*
Baca dan share kepada sahabat2 untuk muhasabah diri sendiri serta panduan kepada anak cucu kita ketika berurusan dengan ibu bapak.

ADZAN tak perlu TERIAK TERIAK DAN PAKAI PENGERAS ? Jwbn cerdas

ADZAN tak perlu TERIAK TERIAK DAN PAKAI PENGERAS ? Jwbn cerdas

Mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras? Pakai speaker pula. Apa tidak mengganggu yang lain yang bukan orang muslim?
Ada sebuah cerita menarik yang diceritakan seorang teman melalui aplikasi perbincangan di grup WhatsApp. Berikut kisahnya.
***
Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, “Kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras-keras dengan speaker pula?”.
Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini “Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”.

Teman saya membalas “Tapi kan di orang-orang sekitar tidak semuanya muslim?”.
Saya jawab lagi “Benar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding? Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?”
Dia tersenyum namun membalas lagi “Tapi kan hari gini semua orang sudah tahu dengan teknologi jam berapa waktu sholat apa, apa masih harus adzan keras-keras?”.
Saya pun kemudian menjawab “Ya setiap penumpang juga kan sudah tau jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan?
Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat tapi benar2 panggilan sholat, karena kami harus menyegerakan sholat.
Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu”.
Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk aku sambil menepuk-nepuk bahuku dan berkata “Super .. I got it bro“

Nb.
Masih bnyk orng tdk rela ketinggalan Pesawat *dibanding* ketinggalan Sholat

Bahkan lebih rela menunggu pesawat yg belum datang *dibandingkan* menunggu Azan datang.ayo kita share rame2 di wall biar yg kepanasaan dengar adzan mudah2an mata hatinya terbuka

😊😊😊😊😊😊😊

Jumat, 23 Februari 2018

Ada Contekan Baguss baca yuukk.. EMOSI

Ada Contekan Baguss baca yuukk                

EMOSI

*Emosi pria* mempengaruhi *karirnya.*

*Emosi wanita* mempengaruhi *pernikahannya.*

Setiap hari bacalah artikel ini sekali.

Perlahan diri anda akan berubah.

*Di Thailand* ada orang legendaris bernama *Mr. Bai*,

berkata :

*_"Asalkan bisa mengatur emosi dengan baik, maka hal-hal duniawi pun akan lancar."_*

Banyak orang berkonsultasi tentang kelancaran masa depan bisnisnya, rumah tangganya, anak-anaknya, atau pernikahannya.

Saya hanya menjawab dengan satu pertanyaan,

*"Bagaimana dengan emosi anda, baik atau tidak ?".*

Sepanjang hidupnya manusia selalu belajar bagaimana *"menjadi orang".*

Ini adalah materi pelajaran seumur hidup yang tidak ada istilah kelulusan.

*Tidak peduli kaum ilmuwan, petani, pekerja, maupun pedagang, semuanya sama.*

"Asalkan mau belajar, pasti akan maju."

*Beberapa pelajaran dalam hidup :*

*1. Belajar meminta maaf.*

Seringkali manusia tidak mau mengakui kesalahannya, menganggap *semuanya adalah kesalahan orang lain*, dan dirinya sendiri yang benar.

Sebenarnya *"tidak bisa mengakui kesalahan"* merupakan suatu *kesalahan.*

Kita harus bisa meminta maaf kepada orang tua, rekan kerja, masyarakat, bahkan kepada anak-anak dan musuh kita.

Meminta maaf tidak akan membuat kita kekurangan apapun, *malahan bisa menunjukkan kelapangan hati kita.*

"Belajar meminta maaf adalah hal yang baik dan merupakan suatu bentuk pelatihan diri."

*2. Belajar kelembutan hati.*

Gigi kita keras, namun lidah kita lembut.

*Saat kita menua, gigi akan tanggal, sedangkan lidah kita tetap ada.*

Jadi kita harus bisa lembut, barulah bisa panjang umur.

*Sifat keras hati malah merugikan diri kita.*

Hati yang lembut merupakan pencapaian besar dalam hidup manusia.

*Orang yang keras kepala biasanya dijuluki berhati dingin, sifatnya dingin, atau hatinya keras seperti besi.*

Jika kita bisa mengatur nafas, mengatur postur tubuh, dan mengatur hati kita, ibarat kita menenangkan kuda liar atau monyet liar supaya jinak, maka hidup kita akan lebih bahagia dan panjang umur.

*3. Belajar menahan diri.*

Dalam hidup ini, jika kita bisa "menahan emosi, badai dan ombak pun akan reda".

*"Mundur selangkah, melihat langit dan laut masih luas" (tiada masalah).*

Dengan menahan diri, semua masalah bisa dibereskan.

*Menahan diri berarti bisa memakai kebijaksanaan untuk mengatur dan mengubah masalah besar menjadi masalah kecil, dan masalah kecil menjadi tiada masalah.*

Jika kita mau hidup dengan damai, kita harus bisa menahan diri terhadap kebaikan dan keburukan dunia dan masyarakat serta gosip-gosip di masyarakat.

Bahkan kita bisa menerimanya *(memakluminya).*

*4. Belajar berkomunikasi.*

Kurangnya komunikasi bisa menimbulkan gosip, perselisihan, dan kesalah-pahaman.

*Hal terpenting dalam hidup bermasyarakat adalah bisa berkomunikasi dengan baik, saling memahami, toleransi, saling membantu.*

Kita semua adalah saudara, jika selalu bertikai dan miskomunikasi, maka tidak akan bisa hidup berdampingan dengan damai.

*5. Belajar melepas (tidak melekat).*

Hidup kita ibarat sebuah koper, yang diangkat saat perlu dan ditaruh saat tidak perlu.

*Saat harus melepas, jika kita malah melekatinya, maka seperti mengangkat koper yang berat dan tidak bisa bebas leluasa.*

Hidup manusia ada batasnya.

*Belajar mengakui kesalahan, menghargai orang lain, dan memaklumi orang lain, barulah kita bisa diterima oleh orang lain*.

Belajar melepas barulah kita bisa bebas leluasa.

*6. Belajar merasa terharu.*

Saat melihat kebaikan orang lain, kita merasa senang melihat orang baik dan hal-hal baik, dan kita merasa terharu.

*Bisa merasa terharu adalah suatu bentuk kasih sayang*.

Dalam hidup banyak hal dan kata-kata yang bisa membuat kita terharu.

*Jadi kita pun harus berusaha supaya bisa membuat orang lain terharu (dengan berbuat hal-hal baik dan berkata-kata baik).*

*7. Belajar bertahan hidup.*

Untuk bertahan hidup, kita harus menjaga kesehatan.

*Tubuh sehat tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga membuat teman dan keluarga kita merasa tenang.*

Menjaga kesehatan juga merupakan suatu bentuk bakti kepada orang tua.

*Selamat menjalani hidup ini dgn sepenuh kebahagiaan.....*

Tetaplah menjadi Baik sampai Akhir.

🤗🙏🙏🙏

BOLEHKAH BERSEDEKAH DENGAN NIAT MEMINTA DO'A DARI ORANG YANG MENERIMA SEDEKAH ❓

Question Answer 📌

الوسطية والاعتدال

❓ BOLEHKAH BERSEDEKAH DENGAN NIAT MEMINTA DO'A DARI ORANG YANG MENERIMA SEDEKAH ❓

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

PERTANYAAN :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz... Bolehkah jika kita ingin sedekah tapi dengan niat kita meminta do'a dari yang meminta sedekah tersebut untuk kesehatan anggota keluarga hang sedang sakit, atau untuk yang sudah meninggal

Jazaakallahu khayran

➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ada beberapa perincian yang perlu saya sampaikan :
1⃣ Hukum meminta doa kepada muslim lainnya, maka ini hukumnya boleh. Termasuk tawassul yang diperbolehkan, yaitu meminta doa kepada orang yang shalih, sebagaimana para sahabat mendatangi 'Abbas Radhiyallahu 'anhu saat zaman Khalifah Umar Radhiyallahu 'anhu untuk memohonkan doa agar diturunkan hujan.
2⃣ Imam Nawawi di dalam al-Adzkar membuat bab :
باب استحباب طلب الدعاء من أهل الفضل وإن كان الطالب أفضل من المطلوب منه
"Bab dianjurkannya meminta doa kepada orang yang memiliki keutamaan, meskipun yang meminta doa lebih utama daripada yang dimintai doa"
Ini artinya, memohon doa kepada saudara seislam meskipun ia  tampak biasa-biasa saja, juga diperbolehkan.
3⃣ Anjuran bagi seseorang yang diberikan sesuatu (termasuk sedekah) adalah hendaknya ia membalas pemberian tersebut setidaknya dengan doa yang baik.
4⃣ Boleh meminta doa kepada setiap muslim, baik dikenal maupun tidak dikenal, baik yang diberi sedekah maupun yang tidak diberi sedekah. Namun yang lebih utama adalah berdoa sendiri, dan atau memohon didoakan oleh orang yang shalih (dikenal akan keshalihannya).
5⃣  Ingat, tidaklah setiap orang yang fakir itu adalah orang shalih dan lebih diijabahi doanya, bahkan banyak pula orang-orang fakir yang jauh dari Allah subhanahu wa Ta'ala, sehingga mengharapkan doa darinya tidaklah terlalu berpengaruh.
6⃣ Bersedekah dengan mengharapkan balasan doa dari yang diberi sedekah, maka kata para ulama ini namanya khilaful aula (menyelisihi keutamaan), sebab hendaknya seseorang bersedekah ikhlas mengharap balasan dari Allah.
7⃣ Doa dari orang yang diberi sedekah itu adalah balasan darinya kepada kita, dan jika kita memberi sedekah mengharap balasan doa, artinya kita mengharap balasan atas sedekah kita, sehingga mengurangi kesempurnaan sedekah kita. Dalam surat al-Insan  :
نَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
'Sesungguhya kami memberi makan kamu hanya mengharap wajah Allah. Kami tidak menginginkan balasan dari kalian tidak pula ucapan terima kasih."
8⃣ Bersedekah kepada fakir miskin lalu meminta mereka mendoakan kita dengan doa yang spesifik, misal agar disembuhkan dari penyakit atau semisalnya, maka ini tentunya lebih lagi khilaful aula dan mengurangi pahala sedekah.
9⃣ Karena itu mintalah langsung kepada Allah, dan bersedekahlah karena Allah tanpa mengharapkan imbalan atau balasan apapun, meskipun itu ucapan terima kasih atau doa.
🔟 Lihatlah ibunda Aisyah Radhiyallahu 'anhu, ketika beliau mengirimkan hadiah kepada seseorang, beliau memerintahkan kepada yang mengantarkannya :
"اسمع ما دعوا به لنا؛ حتى ندعو لهم بمثل ما دعوا ويبقى أجرنا على الله"
"Dengarkan apa doa mereka bagi kita, agar kita bisa mendoakan mereka yang sama dengan kita, sehingga yang tersisa hanya balasan dari Allah bagi kita"
Yaitu, beliau faham bahwa orang yang diberi hadiah atau sedekah, pastilah berusaha membalas kebaikan tsb, at least dengan doa... Karena itu beliau ingin membalas doa tersebut dengan doa, sehingga pahala hadiah dan sedekah itu tetap...
Karena itulah sebagian salaf apabila memberikan pemberian, lalu yang diberi mengucapkan "barokallahu 'alayka", maka mereka bersegera membalas dengan doa yang sama, "barokallahu 'alayka", agar pahala pemberian mereka tetap di sisi Allah...

Wallahu a'lam

✍@abinyasalma
══════ 🌺✿🌺 ══════ 

Hadits. Ada *empat*golongan manusia. jadilah golongan *satu atau dua* jangan 3 atau 4👇

السلام عليكم ورحمۃﷲوبركاته😊😊😊
_________________________
*ONE DAY ONE HADITS*
_________________________

Ada *empat*golongan manusia. jadilah golongan *satu atau dua*
jangan 3 atau 4👇

أَبُو كَبْشَةَ الْأَنَّمَارِيُّ أَنَّهُ
سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ثَلَاثَةٌ أُقْسِمُ عَلَيْهِنَّ وَأُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا فَاحْفَظُوهُ قَالَ مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ وَلَا ظُلِمَ عَبْدٌ مَظْلَمَةً فَصَبَرَ عَلَيْهَا إِلَّا زَادَهُ اللَّهُ عِزًّا وَلَا فَتَحَ عَبْدٌ بَابَ مَسْأَلَةٍ إِلَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ بَابَ فَقْرٍ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا وَأُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا فَاحْفَظُوهُ قَالَ إِنَّمَا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ عَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالًا وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِيهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَيَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالًا فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِي مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلَانٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًا فَهُوَ يَخْبِطُ فِي مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لَا يَتَّقِي فِيهِ رَبَّهُ وَلَا يَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَلَا يَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللَّهُ مَالًا وَلَا عِلْمًا فَهُوَ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِي مَالًا لَعَمِلْتُ فِيهِ بِعَمَلِ فُلَانٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ
Abu Kabsyah Al Anmari ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tiga hal, aku bersumpah atasnya dan aku akan mengatakan suatu hal pada kalian, hendaklah kalian menjaganya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidaklah harta seorang berkurang karena sedekah, tidaklah seseorang diperlakukan secara lalim lalu ia bersabar melainkan Allah akan menambahkan kemuliaan untuknya dan tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta melainkan Allah akan membukakan pintu kemiskinan untuknya -atau kalimat sepertinya- dan aku akan mengatakan suatu hal pada kalian, hendaklah kaian menjaganya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: *"Sesungguhnya dunia itu untuk empat orang;*

*Pertama,* seorang hamba yang dikarunia Allah *harta dan ilmu,* dengan ilmu ia bertakwa kepada Allah dan dengan harta ia menyambung silaturrahim dan ia mengetahui Allah memiliki hak padanya dan ini adalah *tingkatan yang paling baik,*

*Kedua,* selanjutnya hamba yang diberi Allah *ilmu tapi tidak diberi harta,* niatnya tulus, ia berkata: Andai saja aku memiliki harta niscaya aku akan melakukan seperti amalan si fulan, maka ia mendapatkan apa yang ia niatkan, *pahala mereka berdua sama,*

*Ketiga,* selanjutnya hamba yang *diberi harta oleh Allah tapi tidak diberi ilmu*, ia melangkah serampangan tanpa ilmu menggunakan hartanya, *ia tidak takut kepada Rabbinya* dengan harta itu dan tidak menyambung silaturrahimnya serta tidak mengetahui hak Allah padanya, ini adalah *tingkatan terburuk,*

*Keempat, selanjutnya orang yang tidak diberi Allah harta atau pun ilmu,* ia bekata: Andai aku punya harta tentu aku akan melakukan seperti yang dilakukan si fulan yang serampangan meneglola hartanya, dan niatnya benar, *dosa keduanya sama."*HR.Attirmizi 2247.