Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2019

Jangan Permalukan Anak (anak sendiri atau anak didik di sekolah) Dimuka Umum

Copas

*Jangan Permalukan Anak (anak sendiri atau anak didik di sekolah) Dimuka Umum*

🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan.

Salah seorang di antaranya melihat guru SD nya.

Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata:
“Masih ingat saya kan pak guru?”

Gurunya menjawab: “tidak”

Murid itu bertanya keheranan: “ masa sih pak guru tidak ingat saya. Saya kan murid yang mencuri jam tangan salah seorang teman di kelas. Dan ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, pak guru menyuruh kita untuk berdiri karena akan dilakukan penggeledahan saku murid.

Saya berfikir bahwa saya akan dipermalukan di hadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepadaku #pencuri dan diriku pasti akan hancur, selama lamanya.

Engkau menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua.
Engkau menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, Engkau ambil jam tangan itu dari kantong saya, dan engkau lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir.

Setelah selesai engkau suruh kami membuka penutup mata, dan kembali ke tempat duduk.

Saya takut engkau akan mempermalukan saya di depan murid murid.

Engkau tunjukkan jam tangan itu dan engkau berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya.

Selama saya belajar di sekolah itu Engkau tidak pernah bicara tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorangpun guru maupun murid yang bicara tentang pencurian jam tangan itu.

Engkau masih ingat saya pak?
Bagaimana bisa engkau tidak mengingatku wahai guruku.

Saya adalah muridmu dan ceritaku adalah cerita pedih yang tak akan terlupakan.

Guru itu menjawab:
*sungguh saya tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah itu sengaja aku menutup mata pula agar tidak mengenalmu*

_Pendidikan memerlukan seni dalam menutup keburukan._

(disarikan dari grup alumni lipia)
Fb ust.MMI

#inspirasinabawiyah
#pendidikan

Kamis, 17 Oktober 2019

KEDUA ORANG TUAMU, ITULAH WALI WALI AlLLAH.

KEDUA ORANG TUAMU,
ITULAH WALI WALI AlLLAH.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Habib Salim bin 'Abdullah bin 'Umar asy-Syathiri رحمه الله‎.

Ada seorang pemuda menghampiri Beliau sambil menangis pemuda ini mencium
tangan Beliau mencium lutut Beliau yang saat itu sedang berada di kursi roda bersama
santri santrinya, sambil mengatakan :

" wahai habib doakan saya, doakan saya, doakan saya wahai habib...."

Beliau memperhatikan seksama pemuda tersebut sambil menuju tempat yang
telah di sediakan untuk Beliau menyampaikan tausiyahnya.
Setelah acara selesai, Beliau menyuruh salah seorang santrinya untuk mencari pemuda tadi,
setelah menemukannya di tengah tengah jamaah akhirnya pemuda tersebut
berkesempatan bertemu dengan Beliau.

Kegembiraan terpancar di wajah pemuda itu karena mungkin keinginannya
akan tercapai dengan di doakan oleh Beliau.
Beliau bertanya kepada pemuda itu yang di terjemahkan santrinya :
" Apakah engkau masih mempunyai orang tua??? "

Pemuda itu menjawab :
"alhamdulillah masih habib"

Beliau kemudian mengatakan :

"wahai pemuda, jangan lah engkau berlebih lebihan dalam menghormatiku,
aku hanya manusia biasa, engkau tadi mencium tanganku, mencium lututku,
apakah engakau pernah menghormati dengan perilaku seperti itu kepada
kedua orang tua mu terutama kepada ibu mu????"

Pemuda itu kaget dan terdiam seribu bahasa mendengar perkataan Beliau.

Beliau melanjutkan kalimatnya :
"wahai pemuda ketahuilah seumpama engkau belum pernah melihat wali wali nya Allah,
tidak perlu engkau jauh-jauh harus berpergian dan mengeluarkan biaya yang banyak,
wali-wali Allah itu ada di rumahmu, kedua orang tua mu itulah Wali wali Allah,
maka jangan engkau menyia nyiakan keduanya, dan engkau tidak wajib meminta doa
kepadaku tapi wajib bagimu meminta doa kepada kedua orang tua mu karena
doa orang tua kepada anaknya adalah ibarat doa nabi kepada umatnya"

Pemuda ini menangis di hadapan Beliau mendengar apa yang di sampaikan oleh Beliau.

KAU BANGGA DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH PARA WALI TAPI,
PERNAHKAH KAU BANGGAKAN DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH IBUMU
YANG ALLAH ﷻ ANUGERAHKAN KEPADAMIU ?

PERNAHKAH KAU BANGGA DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH IBU YANG
MENGAJARKAN BERKATA-KATA KETIKA KAMU MASIH BAYI ??

Tidurnya sedikit karena kau selalu menangis,
Sebagaimana para AULIYA yang tidurnya sedikit karena memikirkan
ummat NABI MUHAMMAD ﷺ yang banyak berkeluh kesah..

Apakah kau tidak tahu kalau itu adalah bukti karomah ibumu?,
tidakkah kau pernah mendengar kalimat ini.

" Ridha orang tua adalah ridha nya ALLAH ﷻ,
  Para auliya mereka menjadi Wali Qutub disebabkan ridha dari orang tua mereka,
  Tidak kah kau sadar bahwa do’a dan harapan kedua orang tuamu
  hampir setara dengan Wali Qutub ?”

Siapa Doanya Lebih makbul dan mustajab antara Wali dan Doa seorang Ibu kepada anaknya. ?

TIDAK PERLU KELUAR RUMAH UNTUK MENCARI WALI ALLAH
WALI ALLAH ADA DI RUMAHMU
"KEDUA ORANG TUAMU"
JANGAN SIA SIAKAN MEREKA

Semoga bermanfaat
Silahkan share

Sumber :
- Oleh-oleh kuliah Shubuh bersama Habib Muhsin bin Hamid
- Birrulwalidain

Minggu, 06 Oktober 2019

Bahaya minuman kemasan

Ayah bunda,
Innalillahi wa Inna ilaihi Rooji'un.. Telah berpulang kerahmatulloh, Ananda Ghaitsa. Salah satu siswi di SDIT tempat saya mengajar dulu. Ananda baru kelas 5 SD saat pagi tadi malaikat menjemputnya.

Kenapa saya share di sini? Ibu bapak,  memang tidak mengenal Ananda.

Tapi yang harus saya share ini penyebab Ananda wafat.

Tahun 2015 saat saya masih mengajar di sana, Ananda memang sering sakit. Orang Sunda bilang jadi ririwit. Namun kabar mengejutkan datang di tahun 2016, Ananda ambruk dan di rawat di rumah sakit. Setelah diperiksa ternyata Ananda terkena DIABETES.

Ananda sangat cerdas, hafalan Qurannya bagus, sikapnya baik, juga ceria. Namun sejak sakit, BB-nya turun drastis. Dan tidak seceria dulu.

Dari Diabetes, kemudian ginjal Ananda Ghaitsa juga terganggu hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya hari ini.

Taukah bapak ibu,,
Mengapa Ananda mengalami DIABETES di usia yang begitu sangat muda?
Ternyata ibundanya bilang, Ananda sering minum-minuman tidak sehat. Seperti teh gelas, Ale-ale,teh pucuk (sejenis dengan Marimas,Pop ice,Nutri Sari)dll yang mengandung Aspartame.

Kemudian saya juga membaca di koran, bhw benar anak usia 11 tahun bisa terkena DIABETES akibat konsumsi minuman berkandungan gula tinggi, berkarbonasi (contohnya coca-cola, big cola, sprite dan semua yang bersoda)
Setelah itu saya tergerak untuk selalu mengkampanyekan agar anak-anak berhenti minum-minuman begitu dan bahaya-bahayanya.

Sayangnya, masih banyak para orang tuanya justru menyediakan di kulkas rumah.

Untuk itu,
Mohon diperhatikan minuman apa yang diminum putra-putrinya. Jangan sampai ada Ghaitsa-Ghaitsa lain yang mengalami.

Mohon diingatkan ke anak2 ya ... 🙏🏻
Dan pihak kantin sekolah..agar menyediakan makanan2 yg sehat bagi ank2...🙏🏻

Salam sehat

---------------------------------

Jumat, 27 September 2019

Trik membawa anak kecil ke masjid agar tidak gaduh mengganggu jamaah shalat.*

📝 ‼ *Trik membawa anak kecil ke masjid agar tidak gaduh mengganggu jamaah shalat.* 💡👥

1⃣ Sebelum berangkat jelaskan apa itu masjid dan bagaimana seharusnya anak bersikap di masjid.

2⃣ jangan biarkan anak anda membawa serta atau mengantongi mainan ketika hendak berangkat ke masjid.

3⃣ Persiapkan pakaian anak agar mengenakan pakaian untuk shalat bukan pakaian untuk bermain.

4⃣ Sesampai di masjid, gandeng tangan anak agar ikut masuk masjid.

5⃣ Dudukkan anak di sebelah anda.

6⃣ Jangan biarkan anak anda duduk atau berdiri shalat di sebelah sesama anak kecil.

7⃣ Bila anak mencuri kesempatan dan keluar dari masid atau membuat gaduh di masjid, segera cari anak anda dan gandeng kembali tangannya untuk masuk ke masjid dan duduk di sebelah anda.

8⃣ Jangan lupa untuk kembali mengingatkan adab di masjid yang seharusnya dilakukan anak anda.

9⃣ Ketika shalat didirikan, kondisikan agar anak ikut mendirikan shalat di sebelah anda, sehingga anda bisa mengawasi dan membimbingnya bila di tengah shalah anak anda membuat kegaduhan atau bermain.

🔟 Selesai shalat lakukan evaluasi terhadap sikap anak selama di masjid, dan sampaikan hasil evaluasi anda kepada anak.

1⃣1⃣ Jangan lupa mengapresiasi anak bila dia bersikap baik.

1⃣2⃣ Kadang kala beri hadiah atau hukuman yang mendidik atas prestasi dan kegagalannya,

1⃣3⃣ Selalu panjatkan doa untuk anak anda agar menjadi anak yang rajin mendirikan shalat.

Nabi Ibrahim 'alaihissalam saja rajin berdoa untuk anaknya agar menjadi penegak shalat ;

رَبِّ اجْعَلْنِى مُقِيمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

_"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."_
(QS. Ibrahim : 40)

1⃣4⃣ Sering seringlah kisahkan cerita para ulama' yang rajin shalat dan juga keutamaan shalat berjamaah di masjid, termasuk keutamaan masjid.

1⃣5⃣ Sampaikan kepada anak anda apa impian anda tentang masa depan anak anda dengan ibadah shalat.

1⃣6⃣ Lakukan semua kiat di atas dengan ikhlas sebagai satu kewajiban mendidik anak.

1⃣7⃣ Tunaikan semua kiat di atas dengan lemah lembut.

1⃣8⃣ Oh iya.jangan lupa bantu menyusun kegiatan anak agar sesuai dengan jadwal shaJat fardhu.

1⃣9⃣ Dan penting sekali anda mengoreksi diri, sudahkah anda memberi keteladanan kepada anak anda? 

🤲 Semoga bermanfaat.

✍🏻 Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc. MA.

══════ 🌺✿🌺 ══════ 
Repost by :  
☘ *MUSLIMAH ISTIQOMAH* ☘group sharing Artikel Islami menarik via WhatsApp seputar Muslimah (  _akhwat_ )
☎ Admin : +62812 6468 4099 / +62 812-6978-3348
(utk bergabung silahkan kirim pesan via WA dgn format: #Nama#Kota Domisili#No WA)

Rabu, 25 September 2019

SAAT KITA JADI ORANGTUA

*SAAT KITA JADI ORANGTUA*
oleh @ulum.asaif / @ulumasaif

Shubuh hari ini saya seperti mendapat makna baru (apakah ini ilham?) yang sangat mencerahkan dari QS. Al Isra [17]: 23.

Semoga pemaknaan yg bagi saya adalah 'makna baru' ini tidak melenceng dari para Ulama terdahulu.

Bismillaah.

Saat kita menjadi orangtua..
kita telah menjadi manusia yg dimuliakan oleh Allah SWT. Di dalam Al Quran, tidak ada sosok yang dimuliakan setelah para Nabi dan Rasul, kecuali orangtua.

Di QS. 17: 23
Perintah berbuat baik kepada orangtua itu disejajarkan dengan perintah untuk tidak syirik kepada Allah Ta'aala.

Artinya, saat kita punya anak, kita harus tahu ini anak kalau nanti sudah mukallaf atau aqil baligh, dia akan mendapat perintah untuk berbuat baik kepada kita selaku orangtuanya.

Maka, apa yang bisa kita lakukan sekarang sebagai orangtua untuk membantu anak-anak menyambut perintah tsb adalah dengan BERBUAT BAIK KEPADA MEREKA.

Tingkah laku orangtua lah yg akan direkam oleh anak-anak.

Sehingga saat anak-anak kita nanti tumbuh dewasa dan menyambut perintah untuk berbuat baik kepada orangtua, mereka tidak menganggap perintah itu sebagai beban.

Anak-anak kita jadi punya skema (referensi tingkah laku) yang mereka dapatkan juga dari kita (orangtuanya) yang telah berbuat baik kepada mereka.

Panduan untuk berbuat baik kepada orangtua bahkan sudah sangat jelas disampaikan ayat 23 surat Al Isra tadi:

فلا تقل لهما افّ
ولا تنهر هما
وقل لهما قولا كريما

1. Jangan UFF!
2. Jangan membentak
3. Ucapkan kata-kata yang baik

Di dalam kamus, kita tidak akan menemukan arti dari UFF (افّ atau افف). Sebab UFF bukanlah sebuah kata. UFF adalah Ekspresi.

Jadi panduan berbuat baik nomor satu adalah Ekspresi; nomor dua adalah Intonasi; dan nomor tiga adalah Kata-kata.

Pemaknaan atas ayat tersebut tiba-tiba mengingatkan saya pada penelitian Guru Besar UCLA, Albert Mehrabian, bahwa dalam komunikasi:
.
7% makna pesan berasal dari kata-kata (VERBAL);
38% makna pesan berasal dari intonasi suara (VOCAL); dan
55% makna pesan berasal dari ekspresi wajah (VISUAL).

Bisakah Anda melihat korelasinya?

Al Quran sudah sangat rapi mengurutkan berdasarkan dampaknya:

1. Jangan UFF! (ini Visual)
2. Jangan membentak (ini Vocal)
3. Ucapkan kata-kata yang baik (ini Verbal)

MasyaAllah!

Kembali bahwa kita adalah orangtua, tulisan ini ingin mengajak sama-sama, mari kita bantu anak-anak kita kelak menyambut perintah di QS. 17:23 dengan kerelaan hati. Yaitu sejak sekarang, sebagai orangtua kita mulai:

1. Berikan EKSPRESI terbaik kepada anak-anak;
2. Sampaikan kata-kata dengan INTONASI terbaik; dan
3. Ucapkan hanya KATA-KATA terbaik kepada anak-anak.

Dengan begitu, anak-anak memiliki inspirasi bagaimana menyambut perintah Allah untuk berbuat baik pada orangtua, kelak setelah mereka menjadi Mukallaf.