Jumat, 03 November 2017

Bencana Ilmu

Bencana Ilmu

* * *

Pendahuluan

Sebelum kita membahas tentang “bencana ilmu” alangkah lebih baiknya bila terlebih dahulu kita perhatikan kitab Syarah MUKHTAARUL AHAADIITS nomor.3 berikut ini :

افة العلم النسيان, واضاعته ان تحدث به غير اهله

Lafadz : “afatul ilminnisyaanu, wa-idho’atuhu an tuhaddisa bihi ghoiro ahlihi”

Terjemah : “Bencana ilmu adalah lupa, dan menyia-nyiakan ilmu dengan membicarakannya dengan yang bukan ahlinya / bukan bidangnya.” [Riwayat Ibnu Abu Syaibah]

Mari sama-sama kaji lebih jauh hadits tersebut, dan kaji lebih jauh tentang topik kali ini yaitu tentang “bencana ilmu”

* * *

Kajian Hadits

Bencana Ilmu
Bencana Ilmu adalah LUPA
LUPA bahwa ilmu yang di miliki adalah sangat sedikit
Bila dibandingkan dengan Ilmu-Nya
Maka beruntunglah bagi orang yang senantiasa bersyukur, dan merendah karena ilmu

 Bencana Ilmu Bencana Ilmu adalah LUPA
LUPA bahwa ilmu yang kita miliki hanyalah titipan dari-Nya
Maka selayaknya TIADA HAK bagi kita untuk sombong karena ilmu
Maka beruntunglah bagi orang yang senantiasa bersyukur, dan merendah karena ilmu.Bencana IlmuBencana Ilmu adalah LUPALUPA bahwa ilmu ibarat pedang, yang mana sifatnya adalah sangat mudah untuk mencelakaiKarena memang tidak sedikit orang celaka [masuk api neraka] karena ilmunyaMaka beruntunglah bagi orang yang senantiasa bersyukur, dan merendah karena ilmu

* * *

10 bencana dalam menuntut ilmu

Pada tulisan ini kami akan sebutkan 10 [sepuluh] bencana yang menghalangi seorang murid dalam menuntut ilmu. Kesepuluh bencana ini kami sarikan dari tulisan Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad al-Sadlan dalam kitabnya, Ma’alim Fi Thariq Thalab Al-‘Ilmi sebagai berikut:

1.    Salah niat dalam menuntut ilmu

Sesungguhnya niat adalah dasar, rukun, serta penentu suatu amal. Apabila niat salah dan rusak, maka amal yang dikerjakan akan ikut salah dan rusak, sekadar dengan rusaknya niat.

Jika niat menuntut ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah tercampur dengan niatan-niatan kotor seperti ingin tampil, terkenal, atau menguasai majlis, pastilah hal ini akan menjadi penghalang baginya dalam menuntut ilmu.

Karenanya, bagi penuntut ilmu hendaknya mengikhlaskan naitnya untuk mencari wajah Allah semata. Namun apabila dalam perjalanan syetan membisikkan niatan-niatan jahat maka ia harus menghilangkannya dan membersihkan kotoran itu dari dirinya.

2.    Ingin terkenal dan ingin tampil

Ingin dikenal dan ingin tampil merupakan penyakit ganas yang sering menyerang para menuntut ilmu. Tidak selamat darinya kecuali orang yang dijaga oleh Allah Ta’ala. Imam al-Syatibi dalam al-I’tisham berkata, “Sesuatu yang paling terakhir hilang dari hati orang-orang shalih adalah keinginan untuk berkuasa dan keinginan untuk tampil.”

Apabila niat seorang penuntut ilmu ingin terkenal namanya, ingin disebut-sebut dan ingin selalu dihormati di mana saja ia berada dan berjalan, dan tidak ada yang dia inginkan kecuali hal itu, maka ia telah berada pada posisi yang sangat berbahaya. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya orang pertama kali yang akan diadili pada hari kiamat adalah tiga orang: . . . . . (hingga sabda beliau) . . .  Dan orang yang mempelajari ilmu, membacakannya dan membaca Al-Qur’an. Ia dihadapkan kepada Allah. Allah memberitahukan kepadanya akan nikmat-nikmat-Nya dan ia pun mengetahui-Nya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang kamu lakukan dengan nikma-nikmat tersebut?” Ia menjawab, “Saya mempelajari ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an di jalan-Mu.” Allah berkata kepadanya, “Kamu dusta, sesungguhnya kamu mempelajari ilmu agar kamu dikatakan sebagai seorang ulama. Kamu mempelajari Al-Qur’an agar kamu disebut sebagai Qurra’ (Ahli membaca Al-Qur’an), itu semua telah dikatakan untukmu.” Kemudian Allah memerintahkan (untuk mengadzabnya) maka ia pun diseret wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

Para ulama salaf adalah orang-orang yang paling menjauhi keinginan untuk dikenal lalu dipuji. Bisyr bin Harits berkata, “Tidak bertakwa kepada Allah orang yang ingin dikenal.” (Siyar A’lam Nubala’: 11/216)

Imam Ahmad rahimahullah pernah berkata, “Aku ingin tinggal di pinggiran kota Makkah sehingga saya tidak dikenal. Sesungguhnya aku diuji dengan terkenalnya namaku.” Ketika Imam Ahmad mendengar bahwa orang-orang menyebut-nyebut namanya ia berkata, “Semoga ini bukan merupakan ujian bagiku.” (Siyar A’lam Nubala’: 11/210)

Para ulama salaf adalah orang-orang yang paling menjauhi keinginan untuk dikenal lalu dipuji.

3.    Lalai menghadiri majelis ilmu

Para ulama salaf mengatakan bahwa ilmu itu didatangi bukan mendatangi. Namun kini ilmu mendatangi kita dan tidak didatangi kecuali beberapa saja.

Sesungguhnya menghadiri majelis ilmu terdapat dua keberuntungan: Mendapatkan ilmu dan mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Karena menuntut ilmu termasuk ibadah yang sangat mulia dan agung. Karenanya Allah Ta’ala menurunkan ketenangan bagi siapa yang gemar menghadiri majelis ilmu dan melimpahkan rahmat kepada  mereka. Sementara para malaikat akan menaungkan sayapnya bagi mereka dan memintakan ampun untuk mereka.

4.    Beralasan dengan banyaknya kesibukan

Alasan ini dijadikan oleh syetan sebagai sarana menghalangi jalan menuntut ilmu. Berapa banyak orang yang sudah dinasihati dan didorong untuk menuntut ilmu, tapi syetan menggodanya dengan alasan ini.

Orang yang beralasan dengan kesibukannya pada pekerjaan atau yang lainnya sehingga membuat dirinya meninggalkan majelis ilmu adalah termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan kesempatan mencari ilmu. Sedangkan orang-orang yang hatinya dibuka oleh Allah, ia akan mengatur waktunya dan menggunakannya sebaik mungkin sehingga kesibukannya untuk mencari kebutuhan hidup tidak sampai memalingkannya dari menuntut ilmu.

Orang yang beralasan dengan kesibukannya pada pekerjaan atau yang lainnya sehingga membuat dirinya meninggalkan majelis ilmu adalah termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan kesempatan mencari ilmu.

5.    Menyia-nyiakan kesempatan belajar di waktu kecil

Orang yang tidak mampu memanfaatkan waktu kecilnya untuk menuntut ilmu maka ketika sudah besar akan menyesal. Saat sudah tua, akan banyak kesibukan, pekerjaan, dan tamu yang datang ke rumahnya sehingga pikirannya bertumpuk. Pikirannya tidak mampu digunakan untuk focus belajar sebagimana ketika masih kecil, yang saat itu belum banyak kesibukan. Karenanya Imam Al-Hasan al-Bashri berkata, “Belajar hadits di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.”

Namun demikian bukan berarti seseorang boleh berputus asa untuk belajar ketika tidak memanfaatkan waktu mudanya untuk mencari ilmu. Imam Al-Bukhari menasihatkan, “Dan (tuntutlah ilmu walaupun) setelah kalian tua, karena para sahabat Nabi belajar pada saat mereka tua.”

Sesungguhnya seluruh umut adalah kesempatan untuk mencari ilmu, karena thalabul ilmi adalah ibadah. Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan beribadahlah kepada Rabb-mu sampai datang kepadamu yang diyakini (maut).” (QS. Al-Hijr: 99)

6.    Enggan mencari ilmu

Di antara sebab yang menjadikan seseorang malas dan enggan menuntut ilmu adalah kesibukannya mengikuti informasi terkini dan memantau peristiwa yang sedang terjadi.

Sesungguhnya seluruh problem kehidupan hanya bisa di atasi dengan ilmu. Biar tidak ngawur, maka ilmu harus ada untuk membimbingnya. Sementara orang yang lebih memantau berita dan informasi terkini namun tidak memiliki kematangan ilmu dien, maka dia akan menyelesaikan masalah yang muncul dan yang di hadapinya dengan pandanganya yang pendek, jauh dari ilmu. Karenanya ia akan merugi karena kesalahan-kesalahannya dalam menyikapi segala persoalan yang muncul yang disebabkan kejahilan terhadap kebenaran.

Syaikhul Islam adalah orang yang paling tahu dengan keadaan yang terjadi saat itu dan mengetahui permasalahn yang terjadi di sekitarnya. Namun ia tetap mencari ilmu. Sehinga ketika banyak fitnah dan musibah di kala itu, beliau bisa mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mendapatkan solusi secara syar’i dan tepat dari Al-Qur’an dan Sunnah serta dari berbagai disiplin ilmu.

Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali ada obatnya. Dan tidaklah musibah terjadi kecuali ada jalan keluarnya dan Al-Qur’an dan al-Sunnah. Dan ini adalah perkara pasti yang tidak perlu diragukan lagi.

7.    Menilai baik diri sendiri

Maksudnya adalah merasa bangga apabila dipuji dan merasa senang ketika mendengar orang lain memujinya.

Memang, pujian manusia terhadap seorang mukmin merupakan kabar gembira yang Allah segerakan. Abu Hurairah pernah bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang seseorang yang melakukan suatu kebaikan dan orang-orang melihatnya sehingga memujinya. Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Itu adalah kabar gembira bagi orang beriman yang Allah berikan dengan segera.” (HR. Musli  dalam kitab Al-Birr)

Namun hendaknya seorang mukmin berhati-hati dengan rasa gembira dan bangga jika dipuji dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya. Allah menceritakan sifat orang munafikin, “Dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang tidak mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran: 188)

Dan sesungguhnya merasa diri hebat dan sempurna adalah perbuatan tercela, kecuali pada beberapa perkara saja yang sesuai dengan syariat. Allah Ta’ala berfirman,

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci, karena Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (QS. Al-Najm: 32)

Allah telah mencela ahli kitab dengan sifat buruk mereka yang sok suci dan hebat,

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.” (QS. Al-Nisa’: 49)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kalian merasa diri kalian suci. Allah yang lebih tahu akan orang-orang yang berbuat baik di antara kalian.” (HR. Muslim)

Sesungguhnya merasa diri bagus dan suka dipuji termasuk salah satu pintu masuk syetan kepada hamba-hamba Allah. Karenanya, berhati-hatilah agar tidak termasuk orang yang bisa dikuasai syetan karena adanya sifat suka dipuji dan merasa hebat.

8.    Tidak mengamalkan Ilmu

Setiap orang yang memiliki ilmu akan dimintai pertanggungjawaban atas ilmunya. Dan siapa yang memiliki ilmu dan tidak mengamalkannya maka keberkahan ilmu yang dimilikinya akan hilang. Dan Allah sangat mencela orang yang tidak mengamalkan ilmunya,

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Al-Shaff: 3)

9.    Putus asa dan rendah diri diri

Putus asa dan tidak percaya diri merupakan salah satu sebab tidak diperolehnya ilmu. Karenanya janganlah merasa rendah diri jika anda lemah hafalan, lemah pemahaman, lambat dalam membaca dan cepat lupa. Semua penyakit ini akan hilang jika anda meluruskan niat dan bersungguh-sungguh mencurahkan usaha.

Imam Al-Askari menceritakan tentang dirinya, “Ketika pertama kali menuntut ilmu, menghafal itu sangat susah bagiku. Lalu aku membiasakan untuk membaca syair Ru’bah yang berjudul, “Wa Qaaim al-A’maaqi Khaawii al-Mukhtaraqna” (Gelapnya kedalaman yang Tak Tertembus) dalam satu malam. Padahal syair tersebut hamper dua ratus bait.” (Al-Hatsts ‘ala Thalab al-Ilmi, Abu Hilal Al-Askari; 71)

Imam al-Bukhari pernah ditanya tentang obat lupa. Beliau menjawab, “Senantiasa membaca Kitab.”

Di samping niat yang lurus dan bersungguh-sungguh, juga harus dijauhi penyebab lemahnya hafalan, yaitu maksiat. Dan meninggalkan maksiat merupakan sarana terkuat untuk membantu kuatnya hafalan.

Imam Al-Syafi’i rahimahullaah pernah mengadu kepada gurunya, Waqi tentang buruknya hafalan beliau. Maka sang guru member arahan kepada muridnya ini agar meningalkan maksiat. Beliau mengatakan bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat.

10.    Terbiasa menunda-nunda

Ibnu Qayyim rahimahullaah pernah menjelaskan tentang menunda-nunda dan berangan-angan, “Sesungguhnya berangan-angan itu adalah senjata utama Iblis (untuk menggoda manusia).” (Madarij Salikin: 1/456-457)

Abu Ishaq pernah berkata, “Dikatakan kepada salah seorang dari Bani Abdil Qais, nasihatilah aku! Maka ia berkata, “Hindarilah menunda-nunda pekerjaan.”

Al-Hasan pernah berkata, “Janganlah kamu menunda-nunda pekerjaan. Sesungguhnya anda adalah orang yang berada pada hari ini, bukan pada hari esok. Seandainya anda mendapati hari esok, maka tetaplah kamu seperti yang kemarin. Karena jika anda tidak mendapatkan hari esok, maka anda tidak akan menyesal dengan waktu yang telah anda gunakan hari ini.”
Karena itu bagi setiap orang yang ingin mendapatkan ilmu dan ingin berkepribadian orang yang berilmu, janganlah menyia-nyiakan sedikitpun dari waktunya. Dan para ulama salaf sangat serius dalam memperhatikan urusan waktu mereka sehingga apabila kita mau membaca tentangnya maka kita akan terheran-heran karena ketatnya mereka dalam memperhatikan waktu.

“10 bencana dalam menuntut ilmu” Sumber artikel, silahkan klik disini

Rabu, 01 November 2017

*KRITERIA PAKAIAN MUSLIMAH YANG SYAR’I*

🌿🌺🌿🌺🌿🌺🌿

💍 *SERI ADAB*

👚 *KRITERIA PAKAIAN MUSLIMAH YANG SYAR’I*

🌹 *Syarat pertama*: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki.

🌷 *Syarat kedua*: bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa,

📖 Allah Ta’ala berfirman (artinya) ,

🌺 *“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.”* (QS. Al Ahzab : 33).

🔴 *Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.*

🌹 *Syarat ketiga:* pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.

📖 Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

🌺 *“Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.”* (HR.Muslim)

🌷 *Syarat keempat:* tidak diberi wewangian atau parfum.

💬 Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata,
📖 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya) ,

🌺 *“Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.”* (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini *shohih*).

🌹 *Syarat kelima*: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.

🌷 *Syarat keenam:* bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh).

📖 Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

📖 *“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.”* (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah.

🌹 *Syarat ketujuh:* pakaian tersebut terbebas dari salib.

🌷 *Syarat kedelapan:* pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa *(manusia dan hewan).*

🌹 *Syarat kesembilan:* pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal.

🌷 *Syarat kesepuluh:* pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan.

🌹 *Syarat kesebelas:* pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan .

🌷 *Syarat keduabelas:* bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah. Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram.

📜 *NASEHAT*

Terakhir, kami nasehatkan kepada kaum pria untuk memperingatkan istri, anggota keluarga atau saudaranya mengeanai masalah pakaian ini. Sungguh kita selaku kaum pria sering lalai dari hal ini. Semoga ayat ini dapat menjadi nasehatkan bagi kita semua.

🌺 *“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”* (QS. At Tahrim: 6)

🌿🌷🌿🌷🌿🌷🌿🌷🌿🌷🌿

🌎 Diringkas dari rumaysho.com
📢 *Published By:*
🌐 BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat 💐
══════ ❁✿❁ ══════
💻 https://bimbingansyariah.com
📮Telegram
https://t.me/moslemlearning
https://t.me/bimbingansyariah

📚 Kurikulum Bimbingan :  Aqidah, Fikih, Hadits, Manhaj, Adab, Petuah Ulama, Tazkiyatun Nufus, Nasehat, Dll.
•┈┈•••○○❁🌿❁○○•••┈┈•

*📭 Share yuk*
*Semoga saudara-saudara kita mendapatkan faedah*

Minggu, 29 Oktober 2017

"Hikmah Berteman Dengan Berbagai Karakter Manusia"🌴

🌴"Hikmah  Berteman
Dengan Berbagai Karakter Manusia"🌴
------------------

*1. Ada TEMAN yang bersifat keras*,
dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk  *berani dan bersikap tegas.*

*2. Ada TEMAN yang lembut,*
dialah yang mengajarkan kepada kita *cinta dan kasih sayang terhadap sesama*.

*3. Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh,* dialah sebetulnya yang membuat kita *berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.*

*4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya,* sebetulnya dialah yang membuat kita *berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati*, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.

*5. Ada TEMAN yang jahat & hanya memanfaatkan kebaikan orang lain,*

sebenarnya dia adalah orang yg membuat *kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.*

🌴_*Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik & mendidik kita*

Perlu kita tahu
*(Besi menajamkan besi dan  manusia  menajamkan sesamanya).*

Tapa orang-oang  seperti itu kita akan selalu terlena dalam *zona nyaman & tidak berkembang.*

*Bersyukurlah kepada ALLAH SWT
selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita*

*Karena Allah tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.*

Karena karakter orang seperti diatas tadi secara tidak langsung selain melatih kesabaran kita, juga membuat kita semakin _*DEWASA & BIJAKSANA*_

Ketika ada *orang bicara mengenai kita di belakang,* itu adalah *tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka*

🌴 Saat *orang bicara merendahkan diri kita,* itu adalah *tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka*

🌴Saat *orang bicara dengan nada iri mengenai kita,* itu adalah *tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka.*

🌴 Saat *orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka,* itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari mereka.

☔```☂ Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi Dengan Payung membuat kita bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai Tujuan.✊```

Orang pintar bisa gagal,
Orang  hebat bisa jatuh,
Tetapi orang yang _*RENDAH HATI & SABAR*_ 
dalam segala hal akan selalu mendapat jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena kokoh pijakannya..

Selamat menjalin aktifitas, semoga Allah selalu merahmati dan memberkahi kita semua  aamiin...

Do'a Rasulullah SAW.
*اللهم بارك لامتى فى بكورها.*

Ya Allah berkahilah ummatku pada waktu paginya.

امين 99x يا ربالعالمين.
                 🌴🌻🌻🌻🌴

Kamis, 26 Oktober 2017

DAMPAK BURUK MENJAUH DARI MAJELIS ILMU...*

*📚DAMPAK BURUK MENJAUH DARI MAJELIS ILMU...*

Bismillaah.

⛔ Menjauh dari majelis ilmu dan pertemuan dengan para ikhwah serta menjauh dari kunjungan-kunjungan da’wah dapat mengeraskan hati.

🗣 Al Hasan al Bashri berkata : “Sahabat-sahabat kami lebih mahal daripada keluarga kami. Keluarga kami mengingatkan kami kepada dunia sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan kami kepada akherat."

✅ Usahakan selalu hadir di majelis ilmu atau minimal 2 (dua) majelis ilmu dalam sepekan di masjid.

⛔ Jika anda beranggapan mendengar kaset (atau radio) saja sudah cukup maka anda keliru.

🍀 Sesungguhnya anda butuh hadir di masjid.
Ketika anda duduk di majelis ilmu dalam masjid,

1⃣ para malaikat akan mengelilingimu,
2⃣ sakinah (ketenangan) akan menaungimu,
3⃣ rahmat akan turun kepadamu dan
4⃣ Allah akan memujimu di hadapan para malaikatNya...

Demi Allah, ini sesuatu yang lain dari yang lain.

⛔ Oleh karena itu engkau dapati kebanyakan orang-orang yang tergelincir adalah orang-orang yang melalaikan majelis ilmu.

📚 Rutinlah hadir di majelis ilmu, jagalah dan ikutilah jadwal-jadwalnya setiap pekan niscaya engkau memperoleh semangat keimanan yang baru.

✅  Jika di sana terdapat kekurangan maka akan segera membaik atau bila terdapat retak pasti tertutupi insya Allah.

👍  Rahasianya, ketika engkau hadir di majelis-majelis ilmu, keimananmu akan meningkat.

🏬 Kami dahulu selalu menyertai para masyaaikh di awal iltizam, lalu salah seorang sahabat kami absen.
Syaikh bertanya tentangnya, mereka berkata :
“Ia sedang asyik membaca sebuah kitab sehingga tidak bisa datang.” Syaikh berkta: “Kabarkan kepadanya bahwa pertemuanmu dengan sahabat-sahabatmu akan menambah keimanan dalam hatimu lebih banyak daripada engkau membaca kitab seorang diri.”

🍀 Memang benar, hadir di majelis-majelis ilmu untuk mencari berkah, barangkali ada salah seorang hadirin yang mustajab doanya. Apabila ia mengaminkan doa syaikh niscaya akan dikabulkan doa dan Allah akan merahmati seluruh hadirin.
Dengan begitu engkau akan memperoleh kemenangan yang besar.

🍀 Dalam hadits disebutkan :

هُمُ الْقَوْمُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ

“Mereka adalah satu kaum yang tidak akan rugi orang-orang yang bermajelis dengan mereka.” (📓Muttafaq ‘alihi)

💞 Oleh karena itu seorang sahabat nabi berkata kepada temannya, “Bergabunglah bersama kami, kita meningkatkan iman sesaat.”

Kemudian apa yang engkau kerjakan apabila engkau tidak hadir ?

⛔ Kesibukan-kesibukan dunia, ambisi-ambisi, bisikan-bisikan setan!

🕌 Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertaqwa, masjidlah tempat kembali kaum mu’minin.

🙏🏻 Kembalilah ke masjid, hadirilah halaqah ilmu.
Berlindunglah kepada Allah niscaya Allah akan melindungimu.

⛔ Janganlah berpaling, karena Allah akan berpaling darimu.

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman surga itu?” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab, ”Halaqah dzikir (Majlis Ilmu)_” (HR Tirmidzi, no. 3510, Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2562)

✅ Min Asbaab Al-Futur wa 'Ilaajuhu karya Muhammad Husain Ya'qub

📂 Mutiara Salaf

•┈┈•••✦✿✦•••┈┈•

*Repost by :*
*🌀TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Follow Channel Telegram*
*@kajianislamtegardiatassunnah*
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islamy

Sabtu, 21 Oktober 2017

NASEHAT DAN ADABNYA

🌺💠🌺 NASEHAT DAN ADABNYA

💠 Diantara adab nasehat hendaknya tidak dilakukan di depan publik baik di dunia maya maupun dalam dunia nyata. Karena jika kita memaksa diri menasehati saudara kita di depan umum, disuatu grup, di publik, yang dimana disitu terdiri dari banyak orang, maka itu sama saja dengan kita membongkar aibnya bahkan bisa jadi itu adalah hinaan meskipun dibalut dalam bentuk nasehat.

🔖 Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata :

تعمدني بنصحك في انفرادي . وجنبْني النصيحة في الجماعهْ .فإن النصح بين الناس نوع. من التوبيخ لا أرضى استماعهْ
وإن خالفتني وعصيت قولي. فلا تجزعْ إذا لم تُعْطَ طاعهْ

"Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri.. Jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian.. Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu Pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya.. Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku..Maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti.." 📚 (Diwan Imam Syafi'i halaman 56)

🔖 Ibnu Rajab al Hambali rahimahullah berkata:
“Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia. Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.”
📚 (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77)

🔖 Ibnu Hazm rahimahullah berkata :
“Jika kamu hendak memberi nasehat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan dan dengan sindiran bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasehati, maka berterus teranglah!”
📚 (Al Akhlaq wa As Siyar, halaman 44)

🔖 Fudhail bin Iyadh Rahimahullah berkata :
”Orang mukmin menasihati dengan cara rahasia; dan seorang fajir menasihati dengan cara mencela dan membongkar rahasia.”
📚 (Al Farqu Baynan Nashiah Wat Ta’yir)

🔖 Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata :
“Apa yang diucapkan oleh Fudhail ini merupakan tanda-tanda nasehat. Sesungguhnya nasehat digandeng dengan rahasia. Sedangkan celaan digandeng dengan terang-terangan.” 
📚 (Al Farqu Baynan Nashiah Wat Ta’yir)

🔖 Ibnu Hazm rahimahullah berkata:
“Maka wajib atas seseorang untuk selalu memberi nasehat, baik yang diberi nasehat itu suka ataupun benci, tersinggung atau tidak tersinggung. Apabila engkau memberi nasehat, maka nasehatilah secara rahasia, jangan di hadapan orang lain, dan cukup dengan memberi isyarat tanpa terus terang secara lansung, kecuali apabila orang yang dinasehati tidak memahami isyaratmu, maka harus secara terus terang. jika engkau melampaui adab-adab tadi, maka engkau orang yang zalim, bukan pemberi nasehat, dan gila ketaatan serta gila kekuasaan, bukan pemberi amanat dan pelaksana hak ukhuwah. Ini bukanlah termasuk hukum akal dan hukum persahabatan, melainkan hukum rimba, seperti  seorang penguasa dengan rakyatnya, dan tuan dengan hamba sahayanya.”
📚 (Al Akhlak wa As Siyar fi Mudaawaati An Nufus, halaman 45)

🔖 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata :
“Perlu diketahui bahwa nasehat itu adalah pembicaraan yang dilakukan secara rahasia antaramu dengannya, karena apabila engkau menasehatinya secara rahasia dengan empat mata, maka sangat membekas pada dirinya, dan dia tahu bahwa engkau pemberi nasehat, tetapi apabila....

Lanjutan ➡️ shahihfiqih.com/mutiara-salaf/nasehat-dan-adab-menyampaikannya/

📜 Penyusun | Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)

🌐 Channel Telegram : shahihfiqih
══════ 🌺✿🌺 ══════ 
Repost by :  
☘ *MUSLIMAH ISTIQOMAH* ☘group sharing Artikel Islami menarik via WhatsApp seputar Muslimah ~( _akhwat_ )~
☎ Admin : +62 812-6978-3348
(utk bergabung silahkan kirim pesan via WA dgn format: #Nama#Kota Domisili#No WA)

*Beri Tanda pada Hafalanmu!*

*Beri Tanda pada Hafalanmu!*

Pernahkah Anda terpikir mengapa Allah subhanahu wa ta'ala turunkan Alquran kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam dan para sahabat butuh waktu lebih dari 22 tahun? Mengapa harus begitu lama? Apakah mereka bukan golongan cerdas nan cendekia? Ini fakta pertama.

Fakta selanjutnya wahyu yang turun kepada mereka tidak berurutan, dimulai dari sebagian surat Al Alaq, Al Qalam, Al Muddatsir, Al Muzammil, Ad Duha, dst. *Hebatnya mereka adalah kaum yang tidak bisa baca-tulis!* Jadi kesemuanya mereka hafal dalam kepala!

Setelah sekian lama menghafal ayat Alquran sejumlah 6236 ayat, maka di saat Allah meminta mereka menyusun kembali hafalan mereka terhadap urutan surat seperti sekarang yang dimulai dari Al Fatihah, Al Baqarah, Ali Imran, dst. Mereka tidak menjumpai kesulitan.

Coba renungkan, apa rahasia dari dua fakta itu? Inilah ilmu cara menghafal _super memory_ yang harus kembali digali oleh ummat!

Ternyata setelah direnungi, teknik ini amat sederhana adanya. Manusia terlalu sering diilhami Allah subhanahu wa ta'ala memori permanen dalam hidupnya yang tidak pernah ia lupa untuk selamanya. Contohnya adalah mungkin dalam hidup Anda pernah alami kejadian yang tidak mungkin terlupa, seperti kejadian yang amat menyenangkan, menyebalkan, menyedihkan dan banyak kejadian lain yang melibatkan emosi.

Seperti kejadian Tsunami Aceh pada ujung 2004 misalnya. Bagi rakyat Aceh yang mengalami kejadian ini tidak akan mungkin pernah terlupa. Bagaimana suasana kacau-balau saat itu, teriakan manusia yg terdengar meminta tolong, gelombang air yang terlihat begitu jelas. Korban jiwa yang berjatuhan, dan banyak lagi pemandangan yang tidak mungkin terlupa. Begitu menakutkan, menyedihkan dan mengharukan. Mengobok-obok jiwa hingga tak mungkin terlupa. Itulah memori permanen yang tak mungkin terlupa. Sebab melibatkan emosi manusia, bukan sekedar hafalan yang diulang-ulang.

Demikianlah alasan mengapa Allah subhanahu wa ta'ala turunkan Alquran perlu waktu lebih dari 20 tahun. Dia subhanahu wa ta'ala turunkan ayat Alquran dengan banyak kejadian yang tak mungkin terlupa oleh kaum muslimin dalam berbagai kesempatan seperti perang Badar, perang Ahzab, dan kejadian lain yang disebut dengan ASBABUN NUZUL.

Apakah kini Anda sudah pahami kata kunci dari memori yang permanen? Kata kuncinya adalah EMOSI.

*Libatkanlah emosi dalam setiap hafalanmu.* Beri tanda dengan emosi yang beragam; baik senang, sedih, senyum, kesal, dll.

Maka Anda akan dapati bahwa hafalan Anda akan permanen dan tidak akan lupa untuk selamanya.

Wassalam,
*@bobbyherwibowo*

Telah Meninggal Dunia Pemilik Akun Ini

Telah Meninggal Dunia Pemilik Akun Ini
.
.
.
Temen2 semua, ini istrinya mas Adit. Mas Aditnya sudah meninggal. Jatah hidup beliau di dunia sudah selesai. Semua rezekinya telah Allah berikan dan takdir nya telah mengantarkannya hingga ajal menjemput hari ini. Kejadian demi kejadian yg kami alami, hanya jadi sepenggal skenario yang harus kami jalani saja.

Ini kami sudah dari rumah sakit. Sudah diurus dan tinggal dikebumikan saja. Saya selaku istrinya, memohon maaf apabila selama hidup beliau sering berbuat kesalahan. Siapa yg masih memiliki piutang karena suami sy belum membayarkan hutangnya, silakan japri dan kami akan urus untuk pelunasan nya.

Doakan semoga almarhum diterima di SisiNya. Meninggal dalam keadaan baik, khusnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik. Yang mau ikut ziarah dan mengebumikan, silakan datang ke alamat tinggal kami. sekali lagi, mohon doa yang terbaik untuk beliau. Aamiin

Kami sekeluarga sudah ikhlas. Tertanda cinta dari keluarganya, ukassyah, alfatih, aisyah dan fatimah. Kami semua sayang abi karena Allah

Dilla Putri Tanjung

----------------------------------------------

Gaes, itu adalah mungkin apa yg akan kalian baca jika suatu hari nanti sy bener2 meninggal. Sy sengaja tidak mengunci akun fesbuk dan seluruh apa yg di HP sy, agar jika suatu hari nanti sy berpulang, maka dg leluasa istri sy bisa mengabarkan kepada yg lain

Siang ini, saat lagi istirahat dari memasak bakso bersama istri, gak megang hp, pas baru megang hp, banyak sekali miskol dan chat WA ke hp saya.

Grup alumni GBC angkatan 27 ramai karena telah terjadi kecelakaan di suatu tempat dan kebetulan ada korban yang meninggal, atas nama Aditya Nugroho. Semua panik, alhamdulillah itu bukan Aditya nugroho yg kalian kenal. Tp sy turut berbela sungkawa, dg meninggalnya org yg namanya sama dg saya. Kita doakan, beliau mendapatkan tempat terbaik dari Allah di sana. Aamiin. Thanks buat temen2 GBC yg begitu perhatian

Poin sy siang ini, ternyata sy belom siap mati. Titik.

Sy sempet diam dan merenung. Jika ajal datang dg tiba2 sudahkah kita menyiapkan jawaban dari seluruh pertanyaan yg pasti ditanya di dalam kubur dan di alam pembalasan nanti? Sudahkah lisan kita, tangan kita, kaki kita, menyiapkan diri untuk bersaksi bahwa kehidupan kita akan dinilai sebagai ujian akhir sebelum kita penempatan?

Kalian ngeliat saya baik, karena Allah masih menutupi aib saya gaes. Bahkan mungkin sy adalah orang terburuk yang Allah paling kuat tutupi aibnya hingga hari ini 😭😭😭

Kata ustadz siapa yah, lupa, tiap malem sebelum tidur kita hisab diri sendiri. Banyakan mana, berbuat baik atau berbuat jahat hari itu. Dan kayaknya setiap hari sy terlalu banyak melakukan kejahatan ketimbang amal baik. Dan kalau seseorang masuk surga atau neraka karena amal perbuatan nya, maka kayaknya aku tak sanggup klo harus masuk neraka. Allahu Robbi... 😭

Tapi sungguh tak ada org yg masuk surga karena amal perbuatan nya. Org masuk surga karena RahmatNya atau ampunanNya. Itu berita bagusnya. Banyak in mohon ampun, biar Allah terus mengampuni atas dosa dan kesalahan kita.

Ada satu khotib yg membuat sy menangis di jumat siang sekitar 2 bulan yg lalu. Beliau membacakan sebuah hadits yg begini,

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan mendatangkan suatu kaum yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka” (HR. Muslim)

Sungguh anak adam, pasti berbuat dosa. Bahkan jika tidak ada yg berbuat dosa, kita semua akan Allah musnahkan untuk kemudian diganti dg kaum berikutnya yg berbuat dosa dan memohon ampunan pada Allah.

Gaes.. Yuk, berbuat baik apapun itu. Seperti sy pernah menulis ttg butterfly effect dimana kebaikan di dunia, seperti Boomerang yg akan kembali kepada kita tanpa terkecuali. Setiap manusia memiliki radar penangkap sinyal di tulang ekornya yang bertugas merekam seluruh aktivitas hidup dan mengirimkan sinyal ke alam semesta. Sinyal baik atau sinyal buruk, akan kembali ke tulang ekor kita. Semua terekam detil. Saya pernah menuliskan tentang hal ini di buku saya berjudul Leverage Rezeki.

Tulisan sy semaksimal mungkin memberikan manfaat, krn sy gatau, barangkali ada lisan-lisan terjaga, tanpa dosa dan penuh karomah dari sahabat semua, yang mendoakan sy masuk surga dan Allah ijabah. Sehingga, fesbuk sy mungkin berisi banyak nasihat. Karena sy tau, sy bukan orang baik. Sy perlu org baik yg mendoakan saya.

Sungguh,
Sy masih punya banyak mimpi, utk bisa kembali ke purbalingga dan menjaga orang tua, merawat mereka semaksimal yg sy bisa. Masih punya impian utk pensiun dari dunia perdagangan dan memulai karir sebagai marbot di umur 40 tahun. Sy jg masih harus menyelesaikan tanggungan hutang milyaran, mengisi grup2 kulwa, menulis 40 judul buku hingga saya benar2 pensiun dan seterusnya.

Semoga yg sedikit ini, bisa jadi pengingat kita. Allah Maha Baik. Semoga dosa yg terus kita perbuat, terus bisa Allah ampuni hingga kita kembali penuh dg ampunan Nya. Aamiin

Aditya Nugroho
Akademi Pengusaha

Gak usah izin, jika mau share. Dengan senang hati, monggo 🙏🙏🙏